Vila Tak Kunjung Dibangun, 44 Pembeli Vila Tuntut Uang Balik dan Lapor Polda Bali Kasus Penipuan

Perkumpulan pembeli vila melapor ke Polda Bali. Mereka mengaku sebagai korban dari penipuan terhadap pembangunan vila The Anaya Village

Vila Tak Kunjung Dibangun, 44 Pembeli Vila Tuntut Uang Balik dan Lapor Polda Bali Kasus Penipuan
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
BERI KETERANGAN - Kuasa hukum Siok Cinta Damai bersama Tjandrawati dan Hengky saat konferensi pers di salah satu hotel di Kuta, Badung, Bali, Minggu (19/1/2020). Vila Tak Kunjung Dibangun, 44 Pembeli Vila Tuntut Uang Balik dan Lapor Polda Bali Kasus Penipuan 

Vila Tak Kunjung Dibangun, 44 Pembeli Vila Tuntut Uang Balik dan Lapor Polda Bali Kasus Penipuan

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Perkumpulan pembeli vila yang menamai diri Siok Cinta Damai melapor ke Polda Bali.

Mereka mengaku sebagai korban dari penipuan terhadap pembangunan vila The Anaya Village di lahan seluas 6.200 meter persegi di daerah Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Bali.

Siok Cinta Damai menyatakan kasus ini terindikasi sebagai tindak pidana penipuan yakni Pasal 378 KUHP dan tindak pidana penggelapan Pasal 372 KUHP.

Perkumpulan yang beranggotakan 44 pembeli vila itu berharap uang yang telah mereka bayarkan kembali 100 persen.

Pengembalian uang tersebut telah tertulis di Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) tiap pembeli kepada pihak kedua yakni pemilik tanah jika pemilik tanah dapat memenuhi target pembangunan The Anaya Village Pecatu.

“Pada intinya para pembeli tanah berharap kepada pemilik tanah (inisial KOP) bisa menepati janjinya. Yaitu apabila hingga akhir tahun 2019 belum bisa terbangun (vila) unit The Anaya Village harus mengembalikan uang buyer 100 persen. Tapi tampaknya sampai belum ada realisasi yang diterima pembeli,” ungkap Kuasa Hukum Paguyuban Siok Cinta Damai, Rahmat Ramadhan Machfoed, Minggu (19/1/2020).

Menindaklanjuti itu, Rahmat mengadukan pemilik lahan tersebut ke Polda Bali dengan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Dari 44 pembeli yang tergabung pada Paguyuban Siok Cinta Damai, jumlah kerugian yang dialami mereka total Rp 14 miliar lebih.

“Sudah kami laporkan beliau (pemilik lahan) ke Polda Bali pada bulan Desember 2019 kemarin. Kami berharap dengan laporan ini beliau bisa merespon untuk melakukan upaya penyelesaian yang baik dengan para buyer sekaligus korban dugaan penipuan dan penggelapan,” ungkap Rahmat.

Halaman
123
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved