Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Dua Perupa Bali Gelar Pameran Tunggal, Mengangkat Tema Persoalan Tanah

Dua orang perupa muda Bali akan menggelar pameran di Lv8 Resort Hotel Badung

Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Foto Wayan Seriyoga Parta
Karya I Made Oka Astawa dan I Gusti Ngurah Putu Buda. Dua Perupa Bali Gelar Pameran Tunggal, Mengangkat Tema Persoalan Tanah 

Dua Perupa Bali Gelar Pameran Tunggal, Mengangkat Tema Persoalan Tanah

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dua orang perupa muda Bali akan menggelar pameran di Lv8 Resort Hotel, Berawa, Kuta Utara, Badung, Bali.

Ia adalah I Made Oka Astawa perupa asal Desa Pangkung Tibah, Kediri, Tabanan, dan I Gusti Ngurah Putu Buda, perupa asal Banjar Batusari, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Badung.

Namun kedua perupa ini melaksanakan pameran pada tempat yang berbeda, dimana Astawa menggelar pameran di areal Lobi dan Koridor Lantai 1, sedangkan Gusti Buda melakukan pameran di Koridor Lantai 4.

Dalam pameran ini Astawa menampilkan sebanyak 57 karya, sementara Gusti Buda memamerkan 80 karya.

Kurator pameran, Wayan Seriyoga Parta mengatakan, dua pameran ini sama-sama mengusung tema "Land" tentang tanah, lahan, alam beserta keindahannya.

"Tanah dan "natah" dalam perspektif kebudayaan Bali adalah elemen yang penting. Pertiwi yang dipersonifikasikan sebagai sosok Ibu yang berperan penting dalam melahirkan dan merawat kahuripan (kehidupan) dari sarwa prani (mahkluk hidup). Peradaban Bali adalah kebudayaan agraris yang sangat bergantung pada tanah," kata Yoga, Kamis (23/1/2020) siang.

Lahirnya aneka rupa kebudayaan dan peradaban Bali yang secara historis terhantarkan pada konstelasi kebudayaan dunia melalui gerbong pariwisata yang telah dirintis sejak era kolonial bermula dari julukan atau branding soal Bali sebagai tanah surga atau The Land Of Pradise.

Perlu Regulasi Lestarikan Raja Dalam Tatanan Budaya, Cegah Munculnya Raja-raja Halusinasi

BPJamsostek Tegaskan Dana Peserta Aman

Julukan yang sedemikian seksi yang membuat Bali dan masyarakatnya, bahkan juga masyarakat dari luar Bali mewarisi berkah pariwisata hingga kini.

Pameran Oka Astawa bertajuk "Land of Paradise" fokus mengangkat tema persoalan sawah, pertanian dan petani.

"Karya seninya itu lebih banyak menyuarakan sikap kritisnya tentang keberadaan sawah kini," imbuh Yoga.

Menurutnya, seni merupakan media yang sangat halus untuk menyampaikan sebuah kritik, tapi bisa sangat menohok bagi penghayatnya.

"Lukisan mempunyai unsur artistik dan estetik yang bisa membuat penghayatnya menyelami dan masuk ke dalam pesan yang ingin disampaikan dalam lukisan. Kritik melalui seni adalah kritik terhadap jiwa," katanya.

Pameran itu telah berlangsung mulai 1 Oktober 2019 dan akan berakhir hingga 1 Maret 2020.

Namun peresmiannya dilaksanakan pada Senin 27 Januari 2020 mendatang, bersamaan dengan pameran Gusti Buda.

Sementara itu, bertajuk "Land of Beauty" karya Gusti Buda menghadirkan ekplorasi yang bergaya abstrak ekspresif.

Soal Keturunan Raja Majapahit, Turah Bima Enggan Tanggapi Klaim Aryawedakarna

Jumlah Wisatawan Australia Geser China di 2019, Bandara Ngurah Rai Layani 6.298.852 Wisman

Gusti Buda juga menghadirkan seri figuratif yang menggambarkan suasana masyarakat Bali sedang melaksankan upacara agama.

"Selain pameran tunggal dari dua perupa itu, saat ini juga berlangsung pameran rutin yang melibatkan puluhan seniman dari Bali, Yogyakarta, Makasar dan Gorontalo yang bertajuk "Waterholic #2" menempati ruang di Koridor Lantai 5 dan Restoran. Pameran rutin ini sedikitnya memajang sekitar 50 karya lukisan," jelasnya.

General Manager Lv8 Resort Hotel Berawa, Stenli mengatakan pihaknya telah secara rutin menggelar pameran seni lukis bertempat di koridor hingga areal restoran sejak 2016.

Setiap pameran yang digelar, waktunya cukup lama yakni sekitar 6 bulan.

"Kami mengapresiasi antusiasme pelukis yang terlibat dalam pameran ini. Kami senantiasa akan memberikan ruang kepada para seniman untuk menghadirkan karya-karya mereka di ruang kami ini," katanya.

Ia menegaskan, pihaknya selalu memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada seniman untuk menyajikan hasil karyanya kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan.

"Dengan menghadirkan karya-karya seni dari para perupa ini, para wisatawan akan mendapatkan publikasi yang luas-luasnya dalam pameran yang kami selenggarakan. Pameran itu akan menjadi atraksi wisata bagi para tamu," imbuhnya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved