Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

78 Krama Banjar Pekambingan Denpasar Ikut Mepandes Masal

Sebanyak 76 warga atau krama Banjar Pekambingan Denpasar mengikuti acara mepandes masal

Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Humas Pemkot Denpasar
Mepandes masal di Banjar Pekambingan, Denpasar, Bali, Minggu (26/1/2020). 78 Krama Banjar Pekambingan Denpasar Ikut Mepandes Masal 

78 Krama Banjar Pekambingan Denpasar Ikut Mepandes Masal

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebanyak 76 warga atau krama Banjar Pekambingan Denpasar mengikuti acara mepandes masal.

Acara ini dilaksanakan pada Minggu (26/1/2020) pagi, dengan rangkaian yang diawali ritual pengekeban, medengen-dengen, mabiokaonan, mepandes dan natab.

Metatah ini merupakan rangkaian dari Karya Melaspas, Mupuk Pedagingan, Ngenteg Linggih, Padudusan, Mecaru Rsi Gana, dan Mecaru Manca Madurga, di Banjar Pekambingan, Kelurahan Dauh Puri, Denpasar, Bali.

Pangelingsir Prajuru Banjar Pekambingan, I Made Bawa Antaranda mengatakan rangkaian upacara di banjar ini berkaitan dengan renovasi di area Parhyangan dan Banjar Pekambingan seluas delapan are, meliputi Pelinggih Ida Bagawan Penyarikan, Palinggih Tajuk, Apit Lawang, dan Bale Kulkul.

"Untuk mepandes masal dilaksanakan untuk sradha dan bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa serta membantu sesama umat Hindu," katanya.

Selain itu dengan adanya metatah masal ini dapat meringankan beban umat dalam pelaksanaan yadnya.

Wakil Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara yang hadir dan ikut nyangging, mengatakan ritual potong gigi (mepandes) yang merupakan salah satu upacara Manusa Yadnya yang wajib dilakukan oleh umat Hindu di Bali.

Dalam agama Hindu Mepandes wajib dilakukan ketika anak menginjak usia remaja atau sudah dewasa.

Upacara ini bertujuan untuk mengendalikan enam sifat buruk manusia yang menurut agama Hindu dikenal dengan istilah Sad Ripu (enam musuh dalam diri manusia).

"Selain merupakan sebuah kewajiban yang dilaksanakan dalam kehidupan, metatah merupakan upacara untuk menetralisir sifat buruk dalam diri manusia yang disebut dengan Sad Ripu yang meliputi Kama (sifat penuh nafsu indriya), Lobha (sifat loba dan serakah), Krodha (sifat kejam dan pemarah), Mada (sifat mabuk atau kemabukan), Matsarya (sifat dengki dan irihati), dan Moha (sifat kebingungan atau susah menentukan sesuatu)," katanya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved