BMKG Minta Tanah Untuk Bangun Alat Pendeteksi Gempa Bumi dan Tsunami

Mereka datang untuk meminta hibah tanah di wilayah Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Singaraja, Bali untuk pembangunan shelter seismik, atau alat

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
BMKG Wilayah III Denpasar meminta hibah lahan ke Bupati Buleleng, untuk pembangunan shelter seismik, atau alat pendeteksi gempa bumi dan tsunami, Selasa (28/1/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar pada Selasa (28/1/2020) mendatangi Pemkab Buleleng.

Mereka datang untuk meminta hibah tanah di wilayah Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Singaraja, Bali untuk pembangunan shelter seismik, atau alat pendeteksi gempa bumi dan tsunami.

Kepala BMKG Wilayah III Denpasar, Mohamad Taufik Gunawan mengatakan, luas lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan shelter seismik ini sekitar 5x5 meter.

Seririt pun dipilih karena wilayah tersebut rawan terjadi gempa.

Peranan Humas Vital sebagai Jembatan Komunikasi Pemerintah dengan Masyarakat

Mantan Kapolda Bali Dicopot dari Jabatan Dirjen Imigrasi, Yasonna: Biar Mudah Ungkap Harun Masiku

Gelar Raker di Banyuwangi, Rektor Unair: Banyuwangi Rumah Kedua Unair  

"Tahun 2019 kemarin, sensor pendeteksi gempa dan tsunami sudah dipasang sebanyak 194 di seluruh Indonesia."

"Tahun ini akan ditambah jadi 175, di Bali sendiri sudah ada tujuh. Jadi semakin rapat sensor pendeteksi itu, maka informasinya akan semakin cepat dan akurat, sehingga tindak lanjutnya ke masyarakat bisa lebih cepat," jelasnya.

Di Buleleng, shelter seismik juga sudah dipasang di wilayah Air Sanih, Kecamatan Kubutambahan.

Alat itu dipasang sekitar tahun 1994.

Optimalkan Pelayanan, Disdukcapil Badung Akan Buka Sampai Malam Hari

Disebut Akibat Virus Corona, Video Wanita Ambruk di Supermarket Viral, Keluarga Bikin Klarifikasi

Yasonna Copot Ronny Sompie untuk Memudahkan Penyelidikan Kasus Harun Masiku

Sehingga pihaknya berencana akan menambah satu alat lagi di wilayah Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt.

"Alat ini harus dipasang di daerah bebatuan, sepi dari kendaraan sehingga record-nya lebih bagus. Alat ini akan secara otomatis menginformasikan ke kantor BMKG BPBD, serta ke ponsel-ponsel masyarakat terkait gempa dan tsunami itu," ucapnya.

Disinggung terkait pemeliharaannya, Taufik mengaku menjadi tanggung jawab pihak BMKG.

Namun ia tidak memungkiri alat-alat ini rawan untuk dicuri.

Terakhir 1 Maret 2020, Pengemudi Angkutan Sewa Khusus Wajib Berpakaian Adat dan Bersepatu

Ditjen Hubud Pastikan Pihaknya Patuhi Seluruh Aturan Penerbangan International

Untuk itu, ia berharap Pemkab Buleleng agar turut membantu mengawasi alat-alat tersebut.

Sementara Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana mengaku menyambut baik rencana BMKG yang ingin memasang shelter seismik di wilayah Seririt. Pria yang akrab disapa PAS ini berjanji akan segera memfasilitasi pembangunan tersebut bersama bagian aset, untuk menyediakan lahan yang dibutuhkan.

"Ya kami akan siapkan sekitar 1 are, karena manfaatnya cukup besar," tutupnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved