Berita Banyuwangi
Jadi Destinasi Wisata, Banyuwangi Antisipasi Virus Corona
Kabupaten Banyuwangi melakukan langkah antisipatif terhadap mewabahnya virus corona yang telah menyebar di 13 negara.
TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Kabupaten Banyuwangi melakukan langkah antisipatif terhadap mewabahnya virus corona yang telah menyebar di 13 negara.
Meskipun hingga saat ini virus 2019-ncov ini belum masuk di Indonesia, Pemkab Banyuwangi telah lakukan sosialsasi pencegahan hingga menyiapkan ruang isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan.
Kepala Dinas Kesehatan, dr. Widji Lestariono usai menggelar rapat bersama Direktur RSUD Blambangan dr. Indah Lestari, bersama jajarannya di Banyuwangi, Selasa (28/01/2020), mengatakan, RSUD Blambangan telah ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan jika ada yang terdeteksi terjangkit virus corona di Banyuwangi.
Dr. Rio mengatakan langkah antisipatif ini dilakukan mengingat saat ini Banyuwangi telah menjadi daerah tujuan wisata baik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
• Tergiur Kerja di Bali Dengan Gaji Sampai Rp 4 Juta, Gadis 15 Tahun Disuruh Kerja Dengan Baju Seksi
• Diprediksi Akan Lebih Pecah, Marco Punk Bali Rilis Single dan Video Klip Terbaru Punx Ci Nawang
• Polsek Denpasar Barat Ungkap Pengendar Sabu, Pria Asal Medan Bawa 0,40 Gram Sabu
“Meskipun saat ini turis mancanegara yang datang ke Banyuwangi masih didominasi dari Malasysia dan Eropa, tapi kita tetap harus waspada. Mengingat Banyuwangi juga jujugan wisatawan Tiongkok saat berlibur di Indonesia,” kata dr. Rio.
Dr. Rio menambahkan, virus corona ini merupakan penyakit yang penyebarannya sangat cepat.
Pertama ditemukan di Wuhan, Tiongkok dan telah menyebar ke 13 negara dengan jumlah pasien saat ini sekitar 2.794 orang.
• 8 Pelamar yang Lolos Seleksi Administrasi CPNS Kota Denpasar tahun 2019 Tak Ikut Tes SKD karena Ini
• Kabur dari Rutan Bangli, I Gede Sugiarta Ditangkap Polres Tabanan
• Ular Sepanjang 1.5 Meter Masuk ke Rumah Warga yang Ada di Denpasar
Khusus di Banyuwangi, tambah dia, untuk menangkal masuknya virus tersebut pihaknya telah melakukan kolaborasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang memiliki kewenangan di pintu-pintu masuk di Banyuwangi, baik laut maupun udara.
“Kerja sama kita dengan KKP merupakan cara deteksi dini kemungkinan penyakit ini masuk ke banyuwangi. KKP telah melakukan langkah-langkah penangkalan, tentu dengan penyiapan sarana dan prasarana yang sudah disiapkan mereka. Mulai dari ambulans, hingga thermal scaner,” kata dr. Rio.
Selain itu, lanjut dia, RSUD Blambangan telah menyiapkan ruang isolasi khusus bila nanti ada rujukan yang suspect terjangkit virus ini.
• BREAKING NEWS - Masyarakat di Mengwi Geger, Temukan Mayat di Aliran Subak Tungkub
• Pelaku Sayat Leher Wanita di Jakarta Ditangkap Polisi, Diduga Alami Gangguan Jiwa
• Lima Jembatan Rusak di Karangasem Akan Diperbaiki Tahun 2020
Berikut petugas medisnya juga telah disiapkan.
“Kami juga menyiapkan RSUD Blambangan sebagai rumah sakit rujukan untuk penyakit ini. RSUD Blambangan punya pengalaman menjadi rumah sakit rujukan saat kasus MERS dan SARS beberapa waktu lalu. Jadi kami sudah siapkan,” tambahnya.
Ditambahkan, Dinkes juga telah melakukan desiminasi informasi terkait penyakit ini di puskesmas dan rumah sakit di seluruh Banyuwangi supaya melakukan kewaspadaan.
Termasuk memberikan pemahaman yang benar terkait virus ini kepada masyarakat mulai dari deteksi dini hingga pencegahan.
• TNI Amankan 23 Balok Kayu Sonokeling Hasil Illegal Logging, Sebut Kasus di Backup Oknum
• TNI Amankan 23 Balok Kayu Sonokeling Hasil Illegal Logging, Sebut Kasus di Backup Oknum
“Virus ini menyerang ketahanan tubuh, antibodi tubuh kita. Untuk itu, kami imbau kepada masyarakat untuk menjaga kebugaran tubuh, istirahat yang cukup. Makan minum yang cukup dan olahraga itu menjadi sesuatu yang penting. Dan jangan lupa cuci tangan pakai sabun sebelum makan,” imbaunya.
Direktur RSUD Blambangan dr. Indah Lestari menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan satu ruangan khusus isolasi yang berisi empat bed.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan puskesmas bila terjadi kasus, maka akan langsung dirujuk dan ditangani.
“Kami saat ini juga telah mendapat tambahan dokter spesialis, yang dapat membantu untuk menangani wabah ini. Tapi kami terus mengupayakan langkah preventif kepada seluruh warga untuk terus meningkatkan ketahanan tubuh untuk bisa terhindar dari penyakit ini,” katanya (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ruang-isolasi-khusus-yang-disiapkan-banyuwangi-untuk-mengantisipasi-virus-corona.jpg)