TNI Amankan 23 Balok Kayu Sonokeling Hasil Illegal Logging

TNI Amankan 23 Balok Kayu Sonokeling Hasil Illegal Logging. Namun sayang, saat dilakukan penyergapan, pelaku berhasil melarikan diri.

TNI Amankan 23 Balok Kayu Sonokeling Hasil Illegal Logging
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Foto: TNI menyerahkan barang bukti 23 balok kayu jenis sonokeling, Selasa (28/1/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - TNI Kodim 1609/Buleleng mengamankan sebanyak 23 balok kayu jenis sonokeling, yang diduga hasil dari illegal logging di kawasan hutan lindung Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali.

Namun sayang, saat dilakukan penyergapan, pelaku berhasil melarikan diri.

Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto dikonfirmasi Selasa (28/1/2020) mengatakan, 23 balok kayu jenis sonokeling itu diamankan oleh pihaknya pada Senin (27/1/2020) malam kemarin, atas laporan dari warga.

"Tiga hari tiga malam kami tindaklanjuti laporan masyarakat. Saya turunkan anggota untuk menyelidiki. Dan ternyata Senin malam ada warga yang menemukan barang bukti mau dikirim ke penadah di Gerokgak. Namun saat kami ke TKP pelaku berhasil kabur, sehingga kmai hanya bisa mengamankan barang buktinya," jelasnya.

Siberkreasi Class 2020 Diisi Para Narasumber Menarik, Diharapkan Dapat Membuka Wawasan Masyarakat

Bali Diprediksi Masih Akan Diguyur Hujan Intensitas Sedang Hingga Tiga Hari Kedepan

Kobe Bryant dan Perjuangan Kasih Sampai Maut Memisahkan

Dandim Windra tidak memungkiri, illegal logging kerap terjadi di kawasan hutan lindung Desa Pangkung Paruk, hingga membuat kondisi hutan saat ini menjadi gundul.

Bahkan ia menduga kasus ini dibackup oleh seorang oknum.

Sebab warga di desa setempat sejatinya sudah mulai resah dengan kasus ini.

Namun mereka tidak berani melapor, karena para pelaku mengancam akan menebang pohon cengkih milik warga, bila saja kasus ini dilaporkan kepada pihak yang berwajib.

"Kemungkinan kasus ini dibackup oleh oknum. Karena pelaku ini mengatakan kepada warga, bahwa kasus ini tidak akan bisa dibawa secara hukum. Seolah menantang. Sehingga kami telusuri kasus ini. Akan kami ditindak tegas, karena kayu-kayu ini adalah aset milik negara," jelasnya. (*).

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved