Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Dapat Bantuan Bedah Rumah, Luh Taman Belum Mampu Lakukan Upacara Melaspas Rumah

Dapat Bantuan Bedah Rumah dari Pemkot Denpasar, Luh Taman Belum Mampu Lakukan Upacara Melaspas Rumah

TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Luh Taman, warga Banjar Tegal Kangin, Ubung Kaja, Denpasar menerima bantuan bedah rumah dari Pemkot Denpasar yang bekerjasama dengan CSR. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Rabu (29/1/2020), Luh Taman, warga Banjar Tegal Kangin, Ubung Kaja, Denpasar, Bali menerima bantuan bedah rumah dari Pemkot Denpasar yang bekerjasama dengan CSR.

Luh Taman beserta ketiga anaknya menyambut kedatangan rombongan Walikota Denpasar tanpa didampingi oleh suaminya.

Suaminya yang menderita gangguan jiwa, entah pergi ke mana sejak kemarin dan belum pulang ke rumahnya.

"Saya was-was juga, sekarang ke mana saya tidak tahu. Kadang dia keluar ke sawah-sawah yang ada di Sempidi," kata Taman menceritakan kondisi suaminya kepada rombongan ini.

Tarif Tol Bali Mandara Mau Naik Dalam Waktu Dekat? Begini Kata Manajemen

Di Wuhan China Dilaporkan Ada WNI yang Sakit Namun Enggan ke Rumah Sakit karena Khawatir Soal Ini

Ini Harga Varian All New Nmax 155 Standard Buat Pecinta MAXI Yamaha

Dengan keadaan keluarganya ini, dirinya pun tak mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga dua anaknya yang seharusnya duduk di bangku sekolah kini harus putus sekolah.

Luh Taman hanya bekerja sebagai buruh panggilan, semisal menyetrika, mencuci baju, ngepel, membantu tetangga membuat jejaitan menjelang hari raya, ataupun membantu pemilik warung memasak ikan.

"Paling sehari dapat Rp 30 ribu, kadang Rp 25 ribu, tak menentu," akunya.

Tetua di keluarganya, Made Mustika menambahkan dirinya sebagai tetua di keluarganya memang tak memperbolehkan menantunya tersebut bekerja penuh.

Dikarenakan saat ini Luh Taman masih memiliki anak balita.

"Memang saya tidak ngasi full kerja, karena kondisi suaminya kan seperti itu, sementara dia punya anak bayi. Saya takut nanti bayinya dibanting oleh suaminya," katanya.

Mustika menuturkan jika suami dari Luh Taman ini sudah mengalami gangguan jiwa sejak lama dan sering kambuh.

Bahkan dua kali telah dibawa ke RSJ Bangli untuk mendapatkan perawatan.

"Memang dari orang tuanya, pamannya juga ada riwayat gangguan jiwa. Namun ia biasanya memukul dan mengamuk, kalau orang tuanya dulu bawa pisau," katanya.

Kini setelah mendapat bantuan bedah rumah ini, Mustika mengatakan Luh Taman juga belum mampu untuk melakukan upacara pemelaspasan terhadap rumah bantuan ini.

"Sekarang, untuk melanjutkan upakara saja belum bisa ini, kepercayaan di Hindu kan harus buatkan banten pemelaspas. Nanti kami akan jalin hubungan dengan keluarga lain, biar bisa buatkan upakara ya walaupun kecil yang penting ketulusan," katanya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved