Karya ring Pura Luhur Batukau
Ribuan Pemedek Iringi Pemelastian Karya Pengurip Gumi dari Pura Luhur Batukau
Ribuan Pemedek Iringi Pemelastian Karya Pengurip Gumi dari Pura Luhur Batukau menuju Pura Luhur Tanah Lot
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Ribuan krama begitu semangat ngiring Ida Bhatara saat proses Melasti Karya Pengurip Gumi dari Pura Luhur Batukau menuju Pura Luhur Tanah Lot, Selasa (29/1/2020).
Sekitar 20 ribu pemedek (warga) akan mengikuti prosesi ini.
Mereka yang mengiringi juga bukan dari Tabanan saja, melainkan kan dari Kabupaten Jembrana, Klungkung dan Denpasar.
Menurut pantauan, iringan Ida Bhatara memargi dari Pura Luhur Batukau menuju Pura Puseh Desa Adat Wongaya Gede diiringi sekitar 4.000 warga.
• Reskrimsus Polda Bali Belum Menindaklanjuti Laporan Tentang AWK
• Harga Rokok Naik Februari Ini, Bakal Ada Fenomena Rokok Sama dengan Harga Berbeda
• Jual Aneka Kuliner Ekstrem, Pasar Tomohon Jadi Sorotan Setelah Mencuat Kasus Virus Corona di China
Setibanya di depan Pura Puseh, iringan Ida Bhatara dipendak atau disambut oleh tari-tarian kemudian dilanjutkan melakukan persembahyangan di Pura.
Selanjutnya, proses Melasti dilanjutkan menuju Desa Tengkudak.
Seorang pemedek asal Tonja, Denpasar, Gede Indrawan (34) mengatakan dirinya sudah datang ke Pura Luhur Batukau sejak Selasa (28/1/2020) malam.
Ia datang bersama keluarganya sekitar pukul 20.00 Wita.
Ia kemudian mekemit di Pura dan selanjutnya mengikuti prosesi pemelastian Karya Agung Pengurip Gumi selama empat hari tiga malam ini.
"Kemarin malam tiang kesini bersama keluarga dari Denpasar. Memang berencana ikut ngayah Melasti Karya Agung Pengurip Gumi ini," ujar Gede saat dijumpai di sela-sela prosesi Melasti.
Dia melanjutkan, dua pekan sebelum pemelastian ini ia sudah mengajukan cuti selama lima hari.
Ia memang sengaja mengambil cuti untuk mengikuti proses pemelastian Karya Agung Pengurip Gumi ini.
"Saya sudah ngambil cuti dari waktu ini. Karena memang sudah dipersiapkan untuk mengikuti proses Melasti Karya Pengurip Gumi," tandas pria yang bekerja di sebuah Hotel wilayah Nusa Dua.(*)