Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tips Sehat untuk Anda

Sama Baiknya, Ini yang Perlu Kamu Perhatikan Sebelum Memilih Olahraga Pagi atau Malam Hari

Banyak dari kita yang mungkin masih bingung tentang kapan waktu terbaik untuk berolahraga, apakah pagi hari atau malam hari

Editor: Irma Budiarti
Pixabay
Ilustrasi olahraga - Sama Baiknya, Ini yang Perlu Kamu Perhatikan Sebelum Memilih Olahraga Pagi atau Malam Hari 

Sama Baiknya, Ini yang Perlu Kamu Perhatikan Sebelum Memilih Olahraga Pagi atau Malam Hari

TRIBUN-BALI.COM - Sama Baiknya, Ini yang Perlu Kamu Perhatikan Sebelum Memilih Olahraga Pagi atau Malam Hari

Banyak dari kita yang mungkin masih bingung tentang kapan waktu terbaik untuk berolahraga, apakah pagi hari atau malam hari.

Dua waktu tersebut sebetulnya memiliki kebaikannya masing-masing.

Namun, ada aspek lainnya yang seringkali tidak diperhatikan ketika mau berolahraga.

Pemilik Alder Fitness Boutique, Adit Lubis menyebutkan, olahraga sebetulnya idealnya dilakukan sesuai kebutuhan dan gaya hidup individu, agar bisa berlangsung secara rutin.

Namun, Adit menyarankan agar olahraga dilakukan ketika tubuh sedang memiliki energi yang maksimal.

"Lakukan olahraga saat tenaga kita sedang banyak-banyaknya. Kalau, secara spesifik mau strength training, kalau merasa tubuh lemas di pagi hari ya lebih baik dilakukan malam hari. Dan sebaliknya."

Hal itu dikatakan Adit ketika ditemui di Alder Fitness Boutique, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Video Jennifer Dunn dan Faisal Harris Mesra Viral di Medsos, Disebut Sindir Mantan Istri Sarita

Ramalan Zodiak Cinta Besok Kamis 30 Januari 2020: Capricorn Jomblo Teringat Masa Lalu, Leo Kencan!

Ketika sudah memutuskan berolahraga rutin di malam hari, cobalah terus melakukan rutinitas itu.

Jika suatu hari berhalangan melakukannya di malam hari, maka bisa dialihkan ke jadwal olahraga di pagi hari.

Namun, pastikan tubuh tidak overtraining alias olahraga berlebih.

Sebab, alih-alih bermanfaat, olahraga yang dipaksakan justru lebih banyak memberi dampak negatif.

Salah satunya, tubuh rentan mengalami cedera.

Adit menyebutkan tanda-tanda overtraining antara lain lemas, otot tidak kuat lagi mengangkat beban, hingga kelelahan mental.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved