Breaking News:

Soal Sayembara yang Digelar BKSDA Sulteng untuk Buaya yang Terjerat Ban, Ini Tanggapan Ahli

Buaya liar ini diketahui telah hampir empat tahun berkeliaran di aliran Sungai Palu hingga Teluk Palu, dengan jeratan ban bekas di lehernya.

Antara Foto Via Kompas.com
Seekor buaya liar yang terjerat sampah ban bekas sepeda motor kembali muncul di permukaan sungai di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (30/10/2017). Satwa dilindungi dengan panjang sekitar empat meter itu sudah terjerat ban selama lebih dari satu tahun sejak pertama kali terlihat pada 20 September 2016 dan hingga kini belum bisa diselamatkan dari jeratan ban tersebut. 

TRIBUN-BALI.COM, PALU - Masih ingatkah Anda dengan buaya berkalung ban di Palu, Sulawesi Tengah?

Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar sayembara untuk membebaskan buaya liar ini dari lilitan ban bekas tersebut.

Buaya liar ini diketahui telah hampir empat tahun berkeliaran di aliran Sungai Palu hingga Teluk Palu, dengan jeratan ban bekas di lehernya.

Bintangi Film Horor Kajeng Kliwon, Indah Kalalo Ceritakan Kisah Mistis di Tempat Syuting

Dampak Virus Corona Bagi Ekonomi China, Berpotensi Rugikan China Hingga 60 Miliar Dollar AS

Putri Suastini Ajak Tim Penggerak PKK se-Bali Lakukan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

Berbagai upaya yang dilakukan oleh BKSDA Sulawesi Tengah, pemerhati lingkungan dan NGO luar negeri juga berakhir gagal, sehingga BKSDA setempat pun menggelar sayembara karena tidak punya cukup sumber daya untuk mencari buaya itu.

Namun, sebenarnya perlukah sayembara ini diselenggarakan?

Peneliti Herpetologi (Reptil) di Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Amir Hamidy, mengatakan bahwa tidak ada masalah untuk menyelenggarakan sayembara pelepasan ban di leher buaya di Palu itu.

Made Taro dan Nyoman Argawa Ajarkan Menulis Cerita Anak hingga Ilustrasi pada 30 Guru

Ini Dampak Terlalu Lama Menatap Layar Ponsel, Menurunnya Kekuatan Otot Hingga Kerusakan Saraf

Made Taro dan Nyoman Argawa Ajarkan Menulis Cerita Anak hingga Ilustrasi pada 30 Guru

"Saya pikir (sayembara) itu sah-sah saja, ketika konteksnya tepat," kata Amir saat dilansir dari Kompas.com, Sabtu (1/2/2020).

Menurut Amir, sebagai salah satu jalur pemerintahan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, BKSDA memang berkewajiban menjadi kelestarian lingkungan yang termasuk satwa.

Dalam pelaksanaannya, BKSDA setempat sudah berupaya untuk melakukan misi penyelamatan terhadap buaya itu sejak dua tahun atau lebih sebelum sayembara ini digaungkan.

Fabio Quartararo Ungkap Alasan Pilih Yamaha Ketimbang Ducati dan Suzuki

Terselip Pesan Emansipasi dalam Realitas Keseharian, Marco Punx Bali Rilis Punx Ci Nawang

Ini Kata Ahli

Halaman
1234
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved