Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Made Taro dan Nyoman Argawa Ajarkan Menulis Cerita Anak hingga Ilustrasi pada 30 Guru

Made Taro merupakan salah satu sastrawan Bali yang terkenal dengan karya cerita anak, permainan dan dongeng.

Pendiri Guru Berkarya, Donnie Weda Dharmawan
Guru-guru belajar menulis cerita anak bersama Made Taro dan Nyoman Argawa Sabtu (1/2/2020) di kantor Balai Bahasa Bali. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Sebanyak 30 orang guru dari beberapa daerah di Bali belajar menulis cerita anak pada acara kelas Penulisan Cerita Anak.

Sebagai mentor yakni pendongeng kenamaan Bali, Made Taro dan penulis dongeng dari Balai Bahasa Bali, Nyoman Argawa.

Acara ini digelar oleh komunitas Guru Berkarya yang bekerja sama dengan IALF Bali pada Sabtu (1/2/2020) di kantor Balai Bahasa Bali.

3 Pesawat Hercules Akan Angkut 245 WNI ke Natuna

Wabah Virus Corona, 10 Ribu Wisatawan China Diprediksi Batal Kunjungi Bali

Dapat Tingkatkan Kewaspadaan, Olahraga Punya Efek yang Sama dengan Minum Kopi

Sebanyak 30 guru-guru yang berasal dari Klungkung, Karangasem, Buleleng, Badung, dan Denpasar mendapatkan dasar-dasar materi penulisan cerita anak dari Made Taro.

Made Taro merupakan salah satu sastrawan Bali yang terkenal dengan karya cerita anak, permainan dan dongeng.

Dalam sesi pertama, Made Taro menjelaskan unsur-unsur penting dalam penulisan cerita anak kemudian dilanjutkan dengan strategi menyisipkan budaya dan kearifan lokal Bali dalam cerita anak Indonesia.

Bermodal Rp 8 Juta, Ibu Rumah Tangga di Rusia Ini Kini Jadi Miliarder dari Bisnis Online

Fadil Bawa Bali United Kalahkan Persela 1-0 di Stadion Dipta, Uji Coba Kedua Mainkan Starter Utama

Kisah Dokter di Wuhan China, Bekerja Selama 16 Jam Sehari Hingga Mengenakan Popok Dewasa

Peserta sangat antusias mendengarkan pemaparan di sesi ini.

Sesi kemudian dilanjutkan dengan brainstorming, di mana peserta diajak untuk membuat cerita berantai bersama dan menelaahnya.

Tampak guru-guru semangat, terkadang tertawa dengan bahasa yang digunakan.

Dalam sesi bersama Nyoman Argawa, para guru diajak menelisik dan berdiskusi tentang naskah cerita anak dan beberapa kelemahan yang sering terjadi.

Pelaku Tabrakan di Tol Bali Mandara Masih Shock, Statusnya Masih Menunggu 1x24 Jam

Gegara Sol Ketebalan, Sepatu Prototipe Ini Dilarang Dipakai Atlet Olimpiade Tokyo 2020

Pada praktik kelas penulisan cerita anak ini, para guru diminta membuat teks pendek dan gambaran ilustrasi dari cerita panjang Ni Luh Teleng.

Tugas mereka adalah menguraikan ilustrasi, menentukan jenjang buku bacaan dan kalimat yang digunakan dalam buku.

Guru-guru sangat serius ketika mengikuti sesi ini.

Menulis bersama, memikirkan dengan baik agar bahan bacaan yang digunakan sesuai dengan kacamata dan kebutuhan anak.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved