Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Virus Corona

Wabah Virus Corona, 10 Ribu Wisatawan China Diprediksi Batal Kunjungi Bali

Pada 2019, wisatawan asal China menempati posisi kedua untuk jumlah wisatawan terbanyak ke Pulau Bali di bawah posisi wisatawan Australia.

Tayang:
TRIBUN BALI/PUTU SUPARTIKA
Sepasang wisatawan tengah mengabadikan momen kebersamaan untuk untuk Prewedding di Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Bajra Sandhi, Rabu (19/12/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Pemerintah China memberlakukan larangan agen perjalanan wisata setempat untuk melakukan aktivitas wisata baik di dalam maupun ke luar negeri sejak pada Senin (27/01/2020).

Larangan tersebut diberlakukan untuk mencegah penyebaran wabah virus corona yang lebih luas.

Imbasnya, ada sekitar 10.000 wisatawan China yang melakukan pembatalan perjalanan ke Bali.

Pertama Kali, Para Ahli Menemukan Kasus Virus Corona Menular Sebelum Gejalanya Muncul

Kisah Dokter di Wuhan China, Bekerja Selama 16 Jam Sehari Hingga Mengenakan Popok Dewasa

Pelaku Tabrakan di Tol Bali Mandara Masih Shock, Statusnya Masih Menunggu 1x24 Jam

“Ya, terdapat banyak pembatalan. Kemarin, 10.000 wisatawan China membatalkan perjalanan mereka ke Bali dari sini (Indonesia), ada juga perjalanan ke China yang dibatalkan,” ujar Menurut Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) Elly Hutabarat pada Kamis (30/01/2020) seperti yang dimuat di The Jakarta Post.

Hal serupa juga disebutkan oleh Ketua Association of The Indonesia Tours and Travel Provinsi Bali I Ketut Ardana.

Ia mengatakan bahwa hingga Februari mendatang, sudah ada lebih dari 10.000 perjalanan yang dibatalkan.

9 KK Ikut Aliran Bija Kuning, Palinggih Isi Kloset Kembali Ditemukan di Bangli

3 Ular Masuk Rumah Warga Saat Malam Hari di Denpasar, Lakukan Ini untuk Antisipasi

Lerby Masih Tumpul dan Tak Punya Peluang, Ini Komentar Coach Teco

 

“Masyarakat China yang sudah membatalkan khususnya dari Provinsi Hubei dan sekitarnya sampai bulan Februari sekitar 10.000 dan prediksi kami pasti lebih bisa mencapai 15.000 pembatalan,” ujar Ardana dilansir dari Kompas.com pada Jumat (31/01/2020).

Jumlah ini diprediksi akan terus bertambah.

Pasalnya, belum ada batas waktu tertentu untuk larangan perjalanan dari pemerintah China.

Jika larangan aktivitas wisata ini berlangsung cukup lama, maka jumlah pembatalan akan terus bertambah.

Fakta Hasil Otopsi Jenazah Lina, Meninggal karena Sakit hingga Kekhawatiran Pihak Keluarga Terjawab

Deretan Pembalap dan Test Rider yang Ikut Tes Pramusim MotoGP 2020 di Sepang

Australian Open, Sofia Kenin Juara Tunggal Putri Setelah Kalahkan Garbine Muguruza

Pauline Suharno, Sekretaris Jenderal ASTINDO mengatakan bahwa seluruh charter flight (pesawat sewaan) sudah dibatalkan mulai diberlakukannya pelarangan perjalanan hingga Februari mendatang.

Hal tersebut cukup berdampak signifikan karena pesawat charter dengan rute China-Bali biasanya diberangkatkan setiap hari.

Sehingga ketika dibatalkan, jumlah penumpang yang batal masuk ke Bali begitu banyak.

3 Zodiak Terkenal Paling Jago Bikin Patah Hati, Paling Tahu Cara Menghancurkan Hati Orang Lain

Teco Mencari Komposisi Terbaik untuk Bali United di Piala AFC 2020, Lerby Jadi Sorotan

“Hitunglah rata-rata 10 pesawat seminggu charter flight. Satu pesawat rata-rata 200 pax."

"Sehingga seminggu bisa lost 2000 pax. Itu belum termasuk dari scheduled flight (penerbangan reguler),” jelas Pauline ketika dihubungi Kompas.com pada Jumat (31/01/2020).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved