Produksi Bawang Menurun Saat Harganya Meningkat
Produksi Bawang Menurun Saat Harganya Meningkat, Penurunan Produksi Bawang Akibat Cuaca Tak Menentu
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Foto Andriani ketika memanen bawangnya Minggu (2/2/2020).
Sedangkan saat musim penghujan, sambungnya, produksi yang dihasilkan menyusut.
Dari normalnya petani mampu menghasilkan delapan kilo, rata-rata produksi turun satu hingga dua kilo.
Bahkan hingga empat kilo saja produksi yang dihasilkan dari satu kilo benih yang ditanam.
Suardi mengatakan, harga bawang kering di pasaran sekitar sepekan lalu masih mencapai Rp. 25 ribu hingga 30 ribu.
Ia juga tidak menampik ada kemungkinan harga tersebut kembali meningkat jelang hari raya Galungan.
"Saya mulai besok saya akan kembali panen. Tapi sedikit, hanya 20 kilo saja. Dengan hujan yang turun setiap hari, kemungkinan produksi yang normalnya 160 kilo turun, menjadi 120 kilo hingga 140 kilo saja," ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-andriani-ketika-memanen-bawangnya.jpg)