Diskusi Sastra di Kalangan Angsoka, Mengelola Akal Sehat Dengan Tips 5R
Diskusi Sastra di Kalangan Angsoka, Mengelola Akal Sehat Dengan Tips 5R
“Everyday kita restart pikiran kita. Maka dari itu perlu meditasi. Restart itu meditasi. Bisa melakukannya sebelum dan sesudah bangun tidur. Ketika kita bangun pikiran dan emosi kita bagus selama 24 jam,” ujarnya
Menurut Surya, pada era global dimana informasi mudah disebarkan melalui media sosial, dengan terus melatih 5R ini, seseorang akan lebih mudah memiliki pemikiran yang bijaksana.
“Maka dari itu, apabila kita terus mempraktekkan 5R ini kita bisa menjadi wise man. Orang yang wise man itu tahu mana yang baik dan buruk. Contohnya ketika ada pujian dia biasa saja, ketika dia sakit, biasa saja. Karena pikiran adalah kawanmu ketika bisa menaklukkan, dan akan menjadi musuhmu bila tidak bisa menaklukkan,” jelasnya.
Senada dengan Surya Pradnya, narasumber lainnya, IK Satria mengungkapkan bahwa mengelola akal sehat itu dengan cara beragama dari diri sendiri dan menepis gengsi.
“Setiap orang sekarang berpikir bahwa beragama itu adalah untuk semua. Itu betul, tapi pertama untuk diri-sendiri. Jadi kalau untuk diri-sendiri tidak nyaman, bagaimana kita bisa mendapatkan kedamaian.”
“Beragama kan untuk kedamaian. Jadi kalau sekarang masyarakat harus berdana punia sekian, kan tidak ada rasa tulus ikhlas. Di situlah peran mengelola akal sehat,”lanjutnya
Baik Surya maupun Satria mengaku kaget ketika mengetahui peserta yang hadir merupakan siswa-siswi SMP.
Mereka mengatakan tidak tahu-menahu mengenai peserta yang hadir sebelumnya dan menduga peserta merupakan golongan dewasa.
Akan tetapi kedua narasumber itu menyatakan kelegaannya karena seluruh peserta dapat mengikuti dan merespon diskusi dengan baik. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/i-made-adi-surya-pradnya-ketika-memaparkan-5r.jpg)