Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ngopi Santai

Menunggangi Ombak

Para jurnalis, wartawan, editor tidak lagi menulis elok pada garis-garis bengkok demi benefit bagi publik.

Tayang:
Penulis: DionDBPutra | Editor: Eviera Paramita Sandi
shutterstock
Ilustrasi 

Memang tak sedikit wartawan profesional di ini negeri. Mereka bekerja dengan kesungguhan hati.

Karyanya jadi referensi. Mereka jurnalis yang bisa dipercaya karena berintegritas tinggi.

Akan tetapi masih banyak pula yang abai terhadap prinsip dasar kerja kewartawanan sehingga menghasilkan produk jurnalistik tak bermutu.

Pihak yang rugi adalah publik lantaran tidak mendapatkan pencerahan untuk memahami permasalahan sesungguhnya.

Pendiri Harian Kompas, Jakob Oetama kerap berpesan bahwa wartawan atau jurnalis hendaknya tidak pasif saat menangani berita.

Dia mesti proaktif sehingga piawai mengemas isi berita yang dapat memberi benefit sebesar besarnya bagi banyak orang.

Dalam bahasa Pak Jakob, wartawan itu harus menunggangi ombak (riding the wave) bukan diombang-ambingkan ombak atau malah ditenggelamkan ombak yang ganas.

Wartawan senior Kompas, Ninok Leksono menjabarkan sangat indah spirit riding the wave atau in full command of the news tersebut.

Menurut Ninok dalam bukunya, Yuk Simak Pak Jakob Berujar (Penerbit Kompas 2016), menunggangi ombak meniscayakan wartawan memiliki sejumlah persyaratan yang dibutuhkan.

Ia harus tekun, terus belajar agar memiliki pengetahuan dan punya semangat juang untuk menggeluti permasalahan.

Riding the wave menganjurkan jurnalis membekali diri dengan pemahaman atas duduk perkara suatu masalah, punya tekad kuat mengikuti perkembangan permasalahan dan punya insting untuk melihat biang masalah tersebut akan berujung.

Dengan mengusung spirit riding the wave, wartawan akan punya konteks atas permasalahan yang diliputnya, membawa hasil liputannya di posisi terdepan selain komprehensif dan mendalam.

Dengan spirit ini juga media tempat jurnalis bekerja akan dipercaya dan dikagumi.

Di era ketika persaingan antarmedia semakin ketat, terutama setelah menanjaknya media digital, kualitas konten merupakan kunci sukses.

Kelengkapan berita yang kaya serta luasnya perspektif wartawan menjadi faktor kompetitif.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved