Banjir Bandang di Bangli
BPBD Bangli Melakukan Upaya Evakuasi Material, Pembersihan Material Longsor Tergantung Cuaca Sekitar
BPBD Bangli melakukan upaya evakuasi material, dilakukan secara gotong royong, dengan cara penyedotan lumpur hingga pengerukan secara manual.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Pasca diterjang musibah banjir bandang Jumat (7/2/2020), di wilayah Hulun Danu, Desa Songan, Kintamani, Bangli, Bali, BPBD Bangli melakukan upaya evakuasi material, Sabtu (8/2/2020).
Penaganan tersebut dilaksanakan melalui operasi gabungan, melibatkan personel TNI, Polri, pemerintahan, BPBD Provinsi, serta elemen masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Bangli, Ketut Gde Wiredana mengungkapkan, penanganan dilakukan mulai pukul 08.00 WITA.
Upaya penanganan dilakukan secara gotong royong, dengan cara penyedotan lumpur hingga pengerukan secara manual.
• BREAKING NEWS: Tanggul Jebol, Banjar Hulun Danu Diterjang Banjir Bandang
• 11 Turis China Membatalkan Pulang ke Negaranya, Masih Nyaman di Bali
• Stefano Lilipaly Cedera Jelang Laga Bali United Vs Than Quang Ninh, Ini Keadannya Sekarang
Menurutnya ini merupakan upaya untuk mempercepat pemulihan terhadap lokasi yang terdampak musibah banjir bandang.
Lanjut Wiredana, penanganan utamanya menyasar pada fasilitas umum.
Salah satunya akses jalan yang tertutup material lumpur setinggi satu meter, yang dinilai menghambat akses transportasi disekitar.
" Ini merupakam akses jalan yang menghubungkan arus Kintamani menuju Pura Hulun Danu Songan dan sekitarnya. Dimana akses jalan tersebut tertutup lumpur hampir sepanjang 2 kilometer," ungkapnya.
Tak hanya terdampak dijalan yang merupakan kewenangan pemerintah pusat, Wiredana mengatakan banjir bandang juga diketahui merusak jembatan yang menghubungkan Dusun Kayupadi,Desa Songan menuju desa sekitarnya sehingga sulit untuk dilalui transportasi.
"Fasilitas umum yang juga terdampak diantaranya TK Prawidya Darma Songan yang terendam lumpur, sehingga anak-anak sekolah terpaksa diliburkan hari ini. Selain itu beberapa tiang listrik disekitar juga diketahui roboh," ucapnya.
Selain fasilitas umum, musibah banjir bandang juga terdampak pada fasilitas pribadi.
Terdata sekitar 40 KK warga Banjar Hulun Danu Songan terdampak lumpur serta tergenang air.
Kondisi tersebut menyebabkan kerusakan sejumlah material, seperti alat transportasi, perabotan rumah tangga, perlengkapan dagang, hingga tembok pekarangan warga.
Bahkan 4 KK masyarakat sekitar terpaksa harus mengungsi kerumah kerabatnya akibat musibah tersebut.
"Disamping itu hektaran lahan pertanian dengan jenis tanaman holtikultura diketahui rusak akibat dampak musibah ini," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/tim-gabungan-membersihkan-material-lumpur-dampak-banjir-bandang-di-banjar-hulun-danu.jpg)