Usung Tema PPDB Berintegritas, Kepala Disdikpora Sebut Jangan Minta Pejabat untuk Dibantu Diterima
Ia menyampaikan, jangan sampai nanti ada orangtua datang ke salah satu pejabat bersama anaknya minta dibantu agar diterima di sekolah.
Penulis: Ni Kadek Rika Riyanti | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Kadek Rika Riyanti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar Drs. I Wayan Gunawan katakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 mengusung tema PPDB Berintegritas.
Hal ini ia ungkapkan di sela-sela jadwalnya menjadi pembuka acara Pekan Generasi Sadar Aksara (PARASARA), Yayasan Penggak Men Mersi di Jalan WR. Supratman No. 168, Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali, Sabtu (8/2/2020).
Tercetusnya tema PPDB Berintegritas ini sesuai hasil rapat kerja kemarin bersama Komisi IV DPRD Kota Denpasar dengan Disdikpora, Dinas Kebudayaan, serta Kepala SMP Negeri Kota Denpasar di Gedung DPRD, Jumat (7/2/2020).
• Sekda Rai Iswara Tinjau Pelaksanaan Tes SKD CPNS Denpasar
• Wandhira Optimis Ada Parpol Berani Tantang PDIP di Pilkada Denpasar 2020
• Bertemu Cokorda Pemecutan, Habib Salim Berharap PKS Dapat Semakin Berkembang di Bali
Hal tersebut berkaitan dengan didengungkannya pendidikan berkarakter bagi para siswa.
Wayan Gunawan mengatakan, semua itu akan terwujud dengan bagus dan berjalan lancar apabila semua pihak mau berkomitmen bersama terutama dengan orangtua.
Ia menyampaikan, jangan sampai nanti ada orangtua datang ke salah satu pejabat bersama anaknya minta dibantu agar diterima di sekolah.
“Padahal sebetulnya kalau kita membicarakan pendidikan karakter, itu kan sudah tidak bagus. Ini (meminta tolong pejabat) tidak mendidik untuk anak-anak, karena bisa menyebabkan anak tidak mau belajar, anak-anak bisa malas karena mereka berpikir sesuatu bisa dimudahkan,” kata dia.
• 5 Ular Masuk ke Rumah Warga di Denpasar, 4 Diantaranya Ular Piton
• Stefano Lilipaly Cedera Jelang Laga Bali United Vs Than Quang Ninh, Ini Keadannya Sekarang
• BPBD Bangli Melakukan Upaya Evakuasi Material, Pembersihan Material Longsor Tergantung Cuaca Sekitar
Sementara dari hasil raker bersama Komisi IV DPRD kemarin, Jumat (7/2/2020) telah disepakati pendaftaran menggunakan lima jalur.
Di antaranya jalur zonasi, jalur afirmasi, jalur prestasi, jalur penghargaan, dan jalur perpindahan tugas orangtua.
Melalui jalur zonasi, dari segi persentase penerimaan sebanyak 50%.
Untuk Kota Denpasar, pendaftaran yang masuk akan diseleksi melalui nilai hasil ujian bersama yang dilihat dari tiga mata pelajaran yakni bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan matematika.
• Demi Penuhi Kebutuhan Gas di Dalam Negeri, Pemerintah Hentikan Pasokan Gas ke Singapura Mulai 2023
• Luka Terbuka Di Kepala Menjadi Penyebab Tewasnya Korban Pembunuhan di Ahmad Yani Utara Denpasar
Syaratnya dalam pendaftaran harus menggunakan Kartu Keluarga (KK) Denpasar.
“Kalau yang memiliki KK dalam desa atau kelurahan tertentu hanya boleh memilih salah satu sekolah yang telah ditentukan. Nanti jika tidak lulus zonasi tapi memiliki prestasi akademik atau non-akademik, bisa mendaftar lewat jalur tersebut,” terang Wayan Gunawan.
Jalur akademik dan non-akademik, direncanakan seleksinya menggunakan bobot.
Gunawan memberi contoh, “Prestasti tingkat kecamatan misalnya berapa bobotnya. Kalau juara II, bobotnya berapa, jadi prestasi dengan bobot tertinggi diutamakan atau diurutkan.”
Untuk jalur penghargaan, contohnya seperti penghargaan yang didapat dari turut serta dalam acara atau lomba Pesta Kesenian Bali (PKB), Utsawa Dharma Gita, atau di bidang lingkungan.
Hal ini berkaitan dengan proker Kota Denpasar yang tengah menggalakkan Sistem Peduli dan Sadar Lingkungan (SIDARLING) yang melibatkan siswa, mereka yang berprestasi di bidang tersebut, akan diberikan kesempatan.
Sementara melalui jalur afirmasi, harus memiliki Kartu Denpasar Cemerlang dan tergabung dalam Program Keluarga Harapan (PKH).
Bagaimanapun alasannya, ujar Wayan Gunawan, mereka wajib difasilitasi untuk mendapatkan sekolah. Jika keluarga anak yang bersangkutan keterbatasan ekonomi, pemerintah akan membantu.
“Nah, kalau negeri tidak ada di dekat rumah, mereka akan difasilitasi sekolah di swasta. Sekarang pertanyaannya Swasta kan bayar mahal? Mereka akan dibiayai pemerintah karena prinsipnya mereka harus dapat sekolah terdekat dari rumah,” jelasnya.
Terakhir untuk jalur perpindahan tugas orangtua, yang akan diakomodasi hanya perpindahan tugas dari negara, perpindahan tugas pemerintah, tentunya yang sudah disepakati sebelumnya dengan tetap mengikuti seleksi yang sudah diatur di sekolah masing-masing.
Mengenai daya tampung sekolah, Gunawan mengungkapkan, “Menurut data yang saya dapat, lulusan SD tahun ini sekitar 14 ribu, sedangkan daya tampung untuk SMP sebanyak 3,502 ribu. Karena tahun lalu sudah menerima banyak, sekarang mungkin diminimalkan karena takut tidak ada tempat belajar.”
Adanya keputusan baru ini, Wayan Gunawan berharap PPDB dapat berjalan lebih baik dalam artian dapat diterima masyarakat terutama orangtua.
“Maka dari itu, dari awal diproses agar sosialisasi dapat lebih lama sehingga pemahaman masyarakat lebih lengkap. Jadi mari kita bersama-sama memberikan pemahaman terutama kepada orangtua yang meminta tolong, bukan kami tidak mau menolong, tapi kami setarakan agar bersama-sama mendukung peraturan yang dibuat agar tidak percuma membuat peraturan,” tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kepala-disdikpora-kota-denpasar-drs-i-wayan-gunawan.jpg)