Tergolong Modus Baru, Polda Bali Buru Sindikat Pemalsu BPKB  

"Ini kalau ketangkap orangnya pasti bisa diketahui jaringannya (sindikat pemalsu BPKB)," kata Kanit 1 Subdit III Ditreskrimum Polda Bali, Kompol Nanan

Tribun Lampung
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ditreskrimum Polda Bali bakal serius menangani kasus pemalsuan BPKB yang dilakukan oleh warga Bangli, Cok Putri Swandewi Oktavini.

Bahkan, Polda Bali bakal menelusuri siapa orang atau sindikat di balik pemalsuan BPKB tersebut.

"Ini kalau ketangkap orangnya pasti bisa diketahui jaringannya (sindikat pemalsu BPKB)," kata Kanit 1 Subdit III Ditreskrimum Polda Bali, Kompol Nanang Pri Hasmoko kepada Tribun Bali, Senin (10/2/2020)

Nanang mengatakan, kasus pemalsuan BPKB ini tergolong modus baru karena baru kali ini ditangani oleh Polda Bali. 

Pemprov Bali Bakal Surati Presiden Jokowi Soal Virus Korona, Ini Beberapa Poin yang Disampaikan

Pasar Murah Galungan di Pertokoan Kertawijaya, Jualan Ludes Hanya Dalam Tiga Jam

Pemerintah China Mengalokasikan Dana 10,28 Miliar Dollar AS Untuk Menangani Virus Corona

Hingga saat ini, pelaku pemalsuan yang merupakan seorang janda cantik asal Banjar Pande, Desa Cempaga, Bangli, Bali, itu masih menjadi incaran Ditreskrimum Polda Bali.

Perempuan berusia 41 tahun ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) karena terlibat kasus penipuan dengan modus menjual mobil dengan BPKB palsu.

"Iya benar, sekarang masih dalam pencarian.

Makanya informasinya kami share ke mana-mana.

Anggaran Pembuatan Ogoh-ogoh Banjar Tainsiat Denpasar Rp 100 Juta, Buat Konsep Tedung Agung

Pesan Khusus Teddy ke Rizky Febian Terkait Otopsi Almarhumah Lina Jubaedah: Minta Maaf ke Ibu

Pangdam Cendrawasih Pimpin Operasi & Menuju Lokasi Helikopter MI 17 TNI AD yang Jatuh di Papua

Dia menjual mobil Honda Jazz seharga Rp 150 juta dengan BPKB palsu," kata Kanit 1 Subdit III Ditreskrimum Polda Bali, Kompol Nanang Pri Hasmoko kepada Tribun Bali, Senin (10/2/2020)

Nanang menjelaskan, mobil Honda Jazz yang dijualkan ke warga Denpasar ternyata masih dalam proses kredit di finance, sehingga BPKB asli mobil tersebut masih dipegang oleh jasa kredit itu.

Mobil tersebut baru dibayarkan ke jasa kredit oleh Cok Putri selama satu tahun.

Korban yang kemudian hendak menjual mobil tersebut mendapatkan informasi dari kepolisian bahwa BPKB yang dipegangnya ternyata palsu.

Pemakaman Haru Putri Karen Pooroe, Deraian Air Mata Orang Terkasih Hingga Tak Munculnya Arya Satria

"Korban kan ingin menjual mobilnya, nah pas korban ingin mengurus surat-surat saat nyamsat, ternyata BPKBnya palsu.

Korban kemudian melapor ke kami tahun 2018," ungkap Nanang

Sejak 2018, Cok Istri masih menjadi incaran kepolisian. Cok Putri diduga telah kabur ke luar Bali. .

Bagi masyarakat yang melihat pelaku penipuan tersebut, diharapkan segera melaporkan ke pihak berwajib. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved