Tumpahkan Kerinduan Saat Nyepi Nanti, Ini Cerita Pramugari Batik Air Tim Penjemputan WNI di Wuhan

Rasa syukur terucap dari mulut seorang pramugari maskapai Batik Air yang ikut dalam misi penjemputan warga negara Indonesia (WNI) di Wuhan.

Tumpahkan Kerinduan Saat Nyepi Nanti, Ini Cerita Pramugari Batik Air Tim Penjemputan WNI di Wuhan
dokumentasi
Foto bersama kru maskapai Batik Air yang ikut dalam misi penjemputan warga negara Indonesia (WNI) di Wuhan. 

Tumpahkan Kerinduan Saat Nyepi Nanti, Ini Cerita Pramugari Batik Air Tim Penjemputan WNI di Wuhan

TRIBUN-BALI.COM, BATAM - Rasa syukur terucap dari mulut seorang pramugari maskapai Batik Air yang ikut dalam misi penjemputan warga negara Indonesia (WNI) di Wuhan.

Pramugari yang namanya enggan disebutkan ini bercerita banyak tentang pengalamannya dalam misi tersebut.

Mulai dari penjemputan, selama di dalam pesawat, hingga berada di karantina di Natuna, Batam

Cerita dan kisah dari tim yang membantu penanganan WNI dari Wuhan, China.

Dari mereka kita belajar cinta dan solidaritas kemanusiaan.

Berikut hasil wawancara Tribun Bali bersama pramugari dari Batam yang sudah merindukan keluarganya.

KINI masa observasi terhadap 285 orang di hanggar Pangkalan TNI AU Raden Sadjad di Pulau Natuna, Kepulauan Riau memasuki hari ke-12.

Mereka yang mengikuti observasi terdiri dari 238 WNI yang sebelumnya berada di Wuhan, China, 5 tim aju (advance), serta 42 orang yang tergabung dalam tim penjemput evakuasi.

Semua Guru Honorer di Buleleng Tak Akan Gajian Jika Tak Punya Persyaratan Ini

Satu di antara cabin crew dari maskapai Batik Air yang ditunjuk pemerintah untuk melakukan penjemputan ke Wuhan merasa bersyukur.

Halaman
123
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved