Guru Honorer di Bali

Semua Guru Honorer di Buleleng Tak Akan Gajian Jika Tak Punya Persyaratan Ini

Guru honorer yang belum memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) terancam tidak mendapatkan gaji.

Semua Guru Honorer di Buleleng Tak Akan Gajian Jika Tak Punya Persyaratan Ini
KOLASE TRIBUN BALI/TRIBUNNEWS
Guru honorer di Buleleng yang belum memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) terancam tidak mendapatkan gaji. Ini menyusul dikeluarkannya Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020, tentang Petunjuk Teknis (Juknis) Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler, per tanggal 5 Februari 

Semua Guru Honorer di Buleleng Tak Akan Gajian Jika Tak Punya Persyaratan Ini

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Guru honorer di Buleleng, Bali, yang belum memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) terancam tidak mendapatkan gaji.

Ini menyusul dikeluarkannya Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020, tentang Petunjuk Teknis (Juknis) Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler, per tanggal 5 Februari.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Made Astika dikonfirmasi Kamis (13/2/2020) mengatakan, jumlah guru honor di Buleleng sekitar 470 orang.

Made Astika menegaskan, 470 guru honorer tersebut hingga saat ini tak memiliki NUPTK.

Selama ini, lanjutnya guru honorer mendapat gaji dari dana BOS.

BREAKING NEWS: Nyaris 400 Orang di Buleleng Saat ini Positif Virus Dengue, Tejakula Terparah

Perpustakaan Bangli Sepi Pengunjung, Padahal Tiap Tahun Belanja Buku Ratusan Juta, Ada yang Salah?

Jika Benar WNA China Positif Virus Corona saat di Bali, Maka Dampak Ini yang Sedang Terjadi Sekarang

Namun kini, Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 mengatur bahwa dana BOS hanya bisa digunakan untuk menggaji guru honorer yang sudah memiliki NUPTK, tercatat dalam data pokok pendidikan (Dapodik) serta belum memiliki sertifikasi pendidik.

"Guru honor yang tidak punya NUPTK tidak bisa digaji dengan dana BOS. Pusat (Kemendikbud) menganggap guru honorer yang tidak punya NUPTK tidak resmi mengabdi di sekolah.

Padahal untuk melihat resmi atau tidak, cukup dilihat apakah guru ini masuk sekolah dan masuk Dapodik. Mestinya seperti itu," katanya. (*)

VIDEO BERITA: 2.020 Siswa di Klungkung Nyurat Aksara Bali

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved