CPNS

Puluhan Peserta Tidak Hadir Test TKD di Klungkung, Susana Minta Peserta Tidak Membawa Jimat

Peserta CPNS dari Kabupaten Klungkung, mengikuti tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di Kantor BKSDM Provinsi Bali, Minggu (16/2/2020).

Puluhan Peserta Tidak Hadir Test TKD di Klungkung, Susana Minta Peserta Tidak Membawa Jimat
BKSDM Klungkung
Peserta tes CPNS Klungkung, menjelang pelaksaan tes SKD di Kantor BKSDM Provinsi Bali, Minggu (16/2/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Peserta CPNS dari Kabupaten Klungkung, mengikuti tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di Kantor BKSDM Provinsi Bali, Minggu (16/2/2020).

Puluhan peserta pun tidak hadir untuk mengikuti test. Selain itu, Kepala BKSDM Klungkung I Komang Susana sempat meminta peserta tes untuk tidak membawa barang aneh seperti jimat ke ruang tes.

Komang Susana menjelaskan, jumlah peserta test SKD Kabupaten Klungkung ini berjumlah 1600 orang. Tes masing-masing dibagi dalam 4 sesi.

Ngurah Agung Gede Bramasta dan Ayu Intan Chandra Dewi Terpilih sebagai Teruna Teruni Denpasar 2020

Ini 3 Komplikasi Kesehatan yang Cukup Serius Bagi Anak yang Lahir Prematur, Apa Kamu Sudah Tahu ?

Begini Keterkejutan Anang Hermansyah & Ashanty Saat Dihadiahi Mobil BMW Seharga Rp 2 M oleh Aurel

"Setiap sesi, diikuti oleh 400 peserta tes," ujar Komang Susana, Minggu (16/2/2020).

Namun dalam dua sesi, sudah puluhan peserta dipastikan tidak hadir dalam test SKD.

Pada sesi pertama, 22 peserta tidak hadir.

Lalu sesi kedua, jumlah peserta yang tidak hadir berjumlah 13 orang. Peserta yang tidak hadir ini, dipastikan gagal dan tidak dapat lanjut ke seleksi selanjutnya.

Sensus Penduduk 2020 Dimulai, Beberapa Hal Ini Perlu Anda Ketahui

Dianggap Pertontonkan Adegan Tak Pantas Ini, Acara Program Hotman Paris Show Disanksi KPI

Data Terkini Korban Tewas karena Virus Corona di China Capai 1.662 Orang

"Kami kurang tau alasan tidak hadir karena apa. Tapi di absensi, mereka memang tidak datang saat tes," ungkap Susana.

Selain itu, untuk peserta tes sesi pertama diingatkan untuk tidak membawa benda-benda lain ke dalam ruangan tes.

Seperti halnya membawa jimat. Benda-benda tersebut diminta untuk dilepas. Termasuk alat tulis, mengingat pihak panitia sudah menyediakan pensil dan kertas buram di dalam ruangan.

“Pastikan tidak membawa benda apapun, selain kartu ujian ke ruang ujian. Kertas buram dan pensil untuk jawab soal hitung-hitungan sudah kami sediakan,” tegasnya.

BCL Ceritakan Proses Perampungan Lagu Menghapus Jejakmu dengan Ariel NOAH

Mark Zuckerberg dengan Senang Hati Bayar Pajak Lebih Besar di Eropa, Ini Alasannya

Bahkan saat akan masuk ke ruangan, Komang Susana, mengingatkan peserta yang mengenakan celana atau rok kedodoran agar meminta tali plastik kepada pihak panitia.

Hal ini disampaikan, karena proses pengecekan melalui metal detektor sangat ketat sehingga seluruh benda-benda logam yang terdapat pada pakaian ataupun aksesoris peserta harus dicopot.

Tak terkecuali ikat pinggang. Bagi peserta yang kebetulan mengenakan celana atau rok kedodoran diminta segera menghubungi panitia.

“Yang pakai ikat pinggang, harap dilepas sebelum memasuki ruang tes. Kalau celana atau roknya kedodoran, nanti bisa hubungi panitia. Nanti kami ganti dengan tali rapia,” ujarnya yang disambut riuh tawa para peserta. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved