Sponsored Content

Jalani HD 2 Kali Seminggu, Nonik Bersyukur Ada JKN-KIS

Nonik Wulandari Harsopramono atau yang biasa dipanggil Nonik adalah salah satu penderita gagal ginjal yang rutin menjalani tindakan hemodialisa

Jalani HD 2 Kali Seminggu, Nonik Bersyukur Ada JKN-KIS
BPJS Kesehatan
Nonik Wulandari Harsopramono (65) saat menjalani pengobatan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Salah satu tindakan medis yang ditanggung oleh program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dan sudah dirasakan oleh banyak peserta adalah proses cuci darah atau hemodialisa.

Nonik Wulandari Harsopramono atau yang biasa dipanggil Nonik adalah salah satu penderita gagal ginjal yang rutin menjalani tindakan hemodialisa di RS Balimed Denpasar.

Nonik merupakan peserta JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas satu.

“Saya sudah menjadi peserta JKN-KIS sejak awal tahun 2014 dan saya sangat menyambut baik adanya program dari pemerintah ini,” ujar Nonik.

Arif Ngaku Dijanjikan Anak Kosan Cewek oleh Ibu Kos, Nekat Sergap Korban yang Tengah Tidur

Dialokasikan ke 206 Sekolah, Pemprov Bali Anggarkan 60 Miliar BOSDA

Pemprov Banyuwangi Beri Bantuan Gerobak dan Coolbox untuk UMKM di Peringatan Hari Kesadaran Nasional

Nonik mengaku rutin dan tidak pernah telat membayar iuran JKN karena ia sadar akan besarnya manfaat yang didapatkan dari program JKN-KIS.

“Sudah lama saya mengidap gagal ginjal dan saya harus menjalani proses hemodialisa 2 kali seminggu,” ucap Nonik

Wanita berkulit putih ini tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dan darimana ia harus mencari uang untuk membiayai pengobatannya yang mahal dan harus dilakukan secara rutin.

Wisata Seks Halal Puncak Bogor Viral, Video Promo Beredar di Luar Negeri via Youtube

Ditindak Tegas Petugas karena Dianggap Gas Oplosan, Warga Takut Seberangkan Gas Elpiji ke Lembongan

Survei Indobarometer Umumkan Prabowo Jadi Menteri Yang Paling Dikenal Dan Kinerjanya Terbaik

Ia merasa sangat beruntung memiliki JKN-KIS dan ia sangat bersyukur masih diberikan kesempatan untuk menjalani hidup.

Wanita berusia 65 tahun ini tetap terlihat semangat dan sumringah saat menjalani proses hemodialisa karena baginya semangat adalah kunci dari kebahagiaan.

“Pelayanan di rumah sakit sangat baik, ruangannya bersih, dokternya ramah dan perawatnya cantik-cantik, selain itu proses administrasi sangat mudah dan tidak ribet, ditambah kini ada aplikasi finger print, ada JKN-KIS dan kemajuan teknologi sangat bermanfaat dan praktis buat kami" jelas Nonik.

Janda Kaya Ini Sudah 14 Kali Nikahi Berondong, Klaim Ada 60 Ribu Pria Muda Sedang Antre

Ringkus Pelaku Pencurian Toko, Polisi Bekuk Pelaku di RS Saat Tengah Berobat

Finger print yang ada di rumah sakit adalah salah satu terobosan dari program JKN-KIS untuk memberi kemudahan dalam proses administrasi peserta.

“Terima kasih pemerintah yang telah melahirkan program JKN-KIS dan telah membiayai seluruh pengobatan saya, semoga program yang sangat mulia ini akan terus berkesinambungan,” pungkas Nonik. (*)

Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved