5 Jenis Kesedihan yang Tidak Berhubungan dengan Kematian, Ada yang Sudah Ditentukan
Pernahkah kamu tiba-tiba merasa sedih saat mendung menggantung di langit?
TRIBUN-BALI.COM - Pernahkah kamu tiba-tiba merasa sedih saat mendung menggantung di langit?
Ternyata hal itu bisa terjadi karena cuaca buruk dan badai dapat dengan mudah memengaruhi suasana hati seseorang.
Bulan demi bulan yang "gelap" dan "kelabu" dapat membuat kita merasakan kesedihan, bahkan jika kita tidak memiliki alasan untuk sedih.
Terri Daniel, penulis "Grief and God: When Religion Does More Harm Than Healing," mengatakan, ada lima jenis kesedihan yang tidak melibatkan kematian.
Jenis kesedihan ini bisa menjadi fokus yang lebih tajam saat kita sudah merasa suram.
• Tes Kepribadian: Pilih Satu Gambar Paling Menarik dan Ketahui Apa yang Menantimu di Masa Depan
• Pasutri Ini Sekap & Paksa Siswi SMP Lakukan Threesome, Ancam Korban & Keluarga dengan Santet
• Kenang Ashraf Sinclair, Baim Wong: Kangen dengan Semua Kebodohan Kita, Daniel Mananta: Amazing Dad
"Ketika kita belum mengalami kehilangan yang nyata seperti perceraian atau kematian, kita bisa jadi tidak sadar kalau kita berduka," ucap Daniel.
"Kehilangan ini bisa sekunder dari kehilangan dasar, atau dapat berdiri sendiri." Lima jenis kesedihan yang dimaksud oleh Daniel antara lain:
1. Keterasingan, di mana kita merasa kehilangan melalui perubahan status persahabatan, romansa, atau hubungan keluarga.
2. Kehilangan finansial seperti keamanan finansial, rumah disita, atau lebih dari itu, semuanya bisa memengaruhi stabilitas kita.
• Rossa Sebut Pemakaman Ini Akan Jadi Tempat Pemakaman Ashraf Sinclair
• Kisah Inspiratif Mendiang Suami BCL, Ashraf Kerja di Resto 13 Jam dan Tak Malu Makan Mie Campur Roti
• Sebagai Langkah Nyata Antisipasi Radikalisme, KemenPANRB Awasi Media Sosial ASN
3. Penyakit atau cedera yang mengubah hidup akan menyebabkan hilangnya kemampuan fisik, seperti kehilangan kemampuan berjalan atau mengemudi.
4. Pelepasan --kehilangan yang ditentukan-- seperti berhenti merokok atau putus dengan seseorang.
5. Kerugian institusional, di mana sistem sosial seperti perusahaan tempat kita bekerja gagal memenuhi janjinya untuk melindungi kita.
"Jika kita menghadapi prosedur medis serius, khawatir tentang PHK di tempat kerja, masalah dalam pernikahan, atau kondisi politik nasional, semua ini bisa memicu respon kesedihan," kata Daniel.
"Kita bisa jadi merasa sedih, marah, tidak berdaya, atau kehilangan minat pada kegiatan yang pernah membuat kita bahagia."
"Mungkin kita mengalami perubahan dalam tidur atau kebiasaan diet, mimpi buruk atau bahkan gejala fisik. Semua ini menunjukkan kesedihan yang tersembunyi."
• Pengrajin Endek di Karangasem Keluhkan Sulitnya Pemasaran, Pengrajin: Hanya Andalkan Pengunjung
• Sudah Diajukan ke DPRD pada 2018 Lalu, Ranperda Kontribusi Wisatawan Tak Kunjung Disahkan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-sendiri_20171013_091429.jpg)