Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Banyak Babi Mati di Bali, Marak Ditemukan Bangkai Babi di Sungai

Di tengah banyaknya babi mati di Bali karena dugaan terkena virus ASF, tidak sedikit ditemukan bangkai babi yang dibuang sembarangan di sungai

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Irma Budiarti
Dok
CEMARI SUNGAI-Bangkai seekor babi tergeletak di aliran sungai Banjar Panca Yasa Pupuan, Mengwitani, Badung, beberapa waktu lalu. Bangkai itu dikhawatirkan mencemari sungai. Banyak Babi Mati di Bali, Marak Ditemukan Bangkai Babi di Sungai 

Hari Suyasa yang asal Abiansemal juga mengaku sangat memahami masalah peternak.

"Peternak punya babi indukan 10 ekor dengan berat 300 kg. Nah jika semuanya mati, termasuk anak-anaknya, ke mana mereka harus bawa? Kalau pun mereka melakukan penanaman atau mengubur bangkai-bangkai babi itu, mereka membutuhkan dana sebesar Rp 100 sampai 200 ribu sekali tanam," jelasnya.

Ia melanjutkan, sekali mengubur bangkai seekor babi, upah gali tanah mencapai ratusan ribu.

Jika babi yang dikubur berjumlah 10 ekor, maka peternak harus mengeluarkan uang jutaan di tengah kesulitan yang mereka alami karena wabah yang melanda ternaknya.

"Nah karena itu, kita minta pemerintah memberikan solusi, sehingga kejadian itu tidak terulang di masyarakat," pungkasnya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved