Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Banyuwangi

Anas Berpesan Tiga Skala Prioritas pada Guru di Banyuwangi Saat Konferensi PGRI

Konferensi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Banyuwangi baru saja usai. Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas berpesan tiga skala

haorrahman
Konferensi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Banyuwangi 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Konferensi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Banyuwangi baru saja usai.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas berpesan tiga skala prioritas pada guru-guru di Banyuwangi. 

Program prioritas yang dimaksud Anas adalah penguatan Sumber Daya Manusia (SDM).

PGRI harus mengambil peran penting untuk program tersebut.

"PGRI harus memiliki peran penting. Target pemerintah saat ini, adalah penguatan SDM. Guru menjadi garda terdepan untuk menyiapkannya. Tidak hanya di hilir, tapi juga di hulu. Menyiapkan SDM mulai dari PAUD, TK dan seterusnya," kata Anas, Jumat (21/2/2020).

Untuk mewujudkan hal tersebut, Anas mengajak kepada para guru fokus pada skala prioritas. 

Cerita Pedagang Sate Keliling, Anaknya akan Dilantik Jadi Polisi, Viral Setelah Foto Ini Beredar

Heboh Perusakan Ogoh-Ogoh di Panjer Diduga Karena Persaingan, Ini Kata Ketua Sekaa Teruna

Laksanakan KMHDI Beraksi, PC KMHDI Denpasar Tanam 150 Pohon Mangrove dan Pungut 4 Karung Plastik

Ada tiga hal yang menurutnya, perlu segera dikonsolidasi oleh para guru ke depan. Pertama adalah meningkatkan angka harapan sekolah.

"Saat ini, angka putus sekolah di Banyuwangi sudah cukup menurun. Dengan adanya sejumlah inovasi, seperti Garda Ampuh, SAS dan lain sebagainya. Ini perlu terus dipertahankan dengan partisipasi para guru yang lebih intens," jelas Anas.

Selain itu, Anas juga mengajak para guru untuk membekali peserta didik dengan kemampuan yang beragam.

Jangan sampai tingginya tingkat lulusan sekolah, justru menyumbang pada angka pengangguran terbuka yang tidak terserap di lapangan kerja.

Hijaukan Kembali Lahan Gundul di Tukad Mati Kuta, PT Mowilex Indonesia Sumbang 5.000 Bibit Mangrove

Pohon Kelapa Sepanjang 15 Meter Timpa Rumah Warga di Karangasem

Koster Akan Bangun Pembangkit Listrik di Berbagai Daerah, Wujudkan Bali Mandiri Energi pada 2023

"Angka pengangguran terbuka ini harus ditekan dengan cara mempersiapkan anak didik siap menghadapi lapangan kerja."

"Tidak sekadar mempersiapkan skill, namun juga mentalitas. Seperti halnya mentalitas entrepreneurship," terangnya.

Tak kalah pentingnya, menurut Anas, adalah keterlibatan guru untuk membuka ruang-ruang pendidikan alternatif di luar sekolah.

Seperti halnya kursus bahasa Asing, kegiatan seni budaya dan lain sebagainya di ruang-ruang publik.

"Tak perlu gedung khusus. Bisa memanfaatkan balai desa, masjid, RTH dan sejumlah tempat lainnya. Saya ingin guru meluangkan waktunya untuk memberikan kursus kepada anak-anak di lingkungannya untuk bekal penguasaan bahasa asing mereka," ungkapnya.

Begini Pejelasan Kapolsek Payangan Soal Penangkapan Pelaku Penipuan Penggandaan Uang di Gianyar

China Setujui Obat Pertama Untuk Tangkal Virus Corona, Jenisnya Hampir Sama dengan Obat Antimalaria

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved