Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kematian Babi Mendadak Terjadi di Desa Dausa Kintamani, Diduga Karena ASF

Kasus kematian babi secara mendadak diduga suspek ASF, nyatanya juga ditemukan di wilayah Bangli

Istimewa
Salah satu ternak babi milik Eka yang mati diduga akibat virus ASF 

Sejak saat itu banyak ternak babinya mengalami gejala panas, dan berlanjut tidak mau makan, lemas, dan tidak mau bangun.

Pihaknya pun berupaya melakukan konsultasi ke dokter hewan, dan disarankan harus disuntik rutin vitamin B12.

“Upaya ini sudah tiang lakukan, termasuk pada babi yang sehat. Namun tetap saja penyebarannya,” keluhnya.

Pria 28 tahun ini menyebut dari total 18 ekor babi yang dipelihara, terhitung sejak tanggal 16 Februari hingga kini, sudah lima babi yang mati dan telah dikuburkan.

Selain itu ada dua babi yang keguguran, serta beberapa babi lainnya tidak mau makan.

“Kemungkinan akan mati dalam kurun waktu ini, masalahnya tiang juga tidak tega kalau harus dikubur dalam keadaan masih hidup. Pun demikian jika harus menyembelih, tiang kekurangan tenaga,” ujarnya.

Eka menambahkan, apa yang menjadi keluhannya sempat ia posting melalui salah satu grup di sosial media.

Dari postingan yang ia buat, diakui telah mendapat tanggapan dari pihak dinas, dan telah ditindaklanjuti pada tanggal 15 Februari.

Sedangkan sejak dilaporkan pada kepala bidang terkait, diakui belum ada kejelasan apa yang harus dilakukan peternak.

“Kalau babi tiang kan sudah tidak mungkin selamat lagi. Namun maksud tiang, bagi peternak lain yang belum kena, setidaknya tau apa yang harus dilakukan, bagaimana tindakannya. Walaupun penyakit ini tidak berpengaruh pada manusia, namun kita yang memelihara babi tentunya was-was,” ujarnya.

Disinggung potensi sebaran virus ini, Eka menilai karena wilayah sekitar merupakan jalur lalu lintas bagi para saudagar babi.

Terlebih mengingat disekitar rumahnya terdapat lima saudagar besar.

“Kalau dari pakan menurut tiang tidak. Karena tiang memberi pakan menggunakan konsentrat dan tepung jagung, bukan dari limbah restoran,” ujarnya. 

Sementara itu, melalui postingan tersebut Kepala Dinas PKP Bangli, I Wayan Sarma mengungkapkan bahwa petugas dinas PKP telah turun ke lapangan pada Sabtu (15/2/2020).

Petugas menyasar ke peternakan milik Jero Bayan Kimper dengan membawa sampel disinfektan untuk melakukan sterilisasi pada kandangnya.

“Untuk Pak Putu Eka besok petugas kita akan turun lagi,” ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved