Babi Mati Mendadak Meluas di Karangasem, Sudah Tembus 50 Ekor di Lima Desa
Kasus babi mati mendadak di Karangasem bertambah. Hingga kemarin, kasus babi mati mendadak diperkirakan mencapai 50 ekor tersebar di lima desa.
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Ambil Sample Organ
DINAS Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli telah menindaklanjuti kasus kematian babi mendadak di wilayah Desa Dausa, Kintamani.
Pihak dinas telah mengambil beberapa organ babi sebagai sample untuk dilakukan pemeriksaan.
Kadis PKP Bangli, I Wayan Sarma mengatakan, hingga kini total terdapat 10 ekor babi yang mati di wilayah Desa Dausa. Di antaranya dua ekor milik Jero Bayan Kimper dan delapan ekor milik Putu Eka Diana Putra.
Sarma telah memerintahkan beberapa dokter hewan dan kepala UPTD untuk merespons laporan masyarakat.
Untuk penyebab kematian, Sarma belum bisa memastikan sebab perlu pemeriksaan laboratorium.
“Kita tidak bisa serta merta menyebut penyebabnya karena ASF (African Swine Fever). Sebab ASF dan Hog Cholera gejalanya hampir sama, sehingga tanpa adanya hasil lab belum berani kami pastikan,” ujarnya Jumat (21/2/2020). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-babi.jpg)