Sponsored Content
Festival Kuliner Jembrana, Kembang Hartawan Kenalkan Buku Mustika Rasa
Festival Kuliner Jembrana menghadirkan beragam kuliner khas Jembrana. Acara digelar DPC PDIP Jembrana serangkaian HUT PDI Perjuangan ke- 47
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Festival Kuliner Jembrana menghadirkan beragam kuliner khas Jembrana.
Acara digelar DPC PDIP Jembrana serangkaian HUT PDI Perjuangan ke- 47, di Gedung Mendopo Kesari, Minggu (23/2/2020) menampilkan 15 stan kuliner sebagai peserta.
Tidak hanya internal PDIP, masyarakat umum juga diberikan kesempatan mencicipi aneka hidangan secara gratis yang disiapkan panitia.
Kesempatan itu Kembang Hartawan selaku ketua DPC, sempat mengenalkan buku Mustika Rasa, atau dikenal "Kitab Kuliner Nusantara".
Buku itu berisikan resep masakan nusantara warisan presiden pertama Indonesia Bung Karno.
• Pembuangan Bangkai Babi Secara Sembarangan di Badung Semakin Meluas
• Sang Bakasura, Ogoh-ogoh Membelah Diri dari STT Perabhu Sumerta Kauh, Gunakan 30 Kg Kulit Telur
• Terekam CCTV Begini Aksi Pencurian Modus Geser Tas di Sebuah Restoran, Pelaku Gunakan Jaketnya Ini
Proses pengumpulan data penyusunan buku dimulai sejak tahun 1961 dan diterbitkan pertamakali tahun 1967.
Tujuannya, Bung Karno ingin mengkampanyekan kebhinekaan melalui kekayaan kuliner nusantara.
"Bung karno mewariskan buku mustika rasa. Dalam buku itu ada ribuan resep makanan khas penjuru nusantara. Beliau tidak ingin bangsa kita terjajah makanan luar. Sehingga buku ini disusun, mulai dari jenis masakan , tata dapur yang baik, jajanan hingga kemasannya pun ditulis. Jadi sangat lengkap,“ papar Kembang.
Ditambahkannya sejak dahulu, kelezatan kuliner nusantara sudah diakui.
Bahkan saat penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika di Bandung, pihak istana tidak hanya menyajikan makanan eropa tapi juga makanan nusantara, di antaranya soto, gudeg, hingga sate Madrawi.
• Festival Kuliner Jembrana Sajikan Kuliner Khas Jembrana
• Batas Akhir Empat Hari Lagi, Data Pendaftar SNMPTN Melonjak Tajam Capai 335.839 Siswa
• Laga Svay Rieng vs Bali United di Piala AFC 2020 Teco Bawa 20 Pemain ke Kamboja, Ini Daftarnya
Terbukti masakan itu digemari delegasi negara lain, salah satunya PM India kala itu Jawaharlal Nehru.
Soal Nehru ada cerita menarik. Saat hendak makan sate madrawi, seperti biasa para pelayan menyiapkan kobokan mencuci tangan terlebih dulu.
Tanpa disangka air itu dimunumnya karena mengira welcome drink. Nehru sendiri menyambut kejadian itu dengan tertawa.
“Bung karno menyadari bahwa diplomasi dibangun tidak hanya di panggung saja .Tapi juga efektif melalui diplomasi di meja makan,“ sambung Kembang.
• Bersiaplah Bagi Penggemar Drakor, Berikut Drama Korea yang Tayang di Akhir Februari dan Maret 2020
Terkait Festival Kuliner Jembrana, Ia menjelaskan di Jembrana sendiri banyak memiliki kuliner khas satu-satunya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ketua-dpc-pdi-perjuangan-kembang-hartawan-didampingi-ketua-dprd-jembrana.jpg)