HUT ke-47, PDIP Gelar Lomba Meme Berhadiah Rp.60 Juta
PDIP kembali menggelar serangkaian lomba dalam rangka HUT ke-47 partai berlambang banteng moncong putih itu.
Penulis: Ragil Armando | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Usai sukses menggelar Festival Kuliner Bali (FKB) 2020.
PDIP kembali menggelar serangkaian lomba dalam rangka HUT ke-47 partai berlambang banteng moncong putih itu.
Kini, PDIP Bali kembali menggelar lomba selanjutnya. Yakni lomba pembuatan “meme” budaya hidup bersih dan Bali resik sampah.
Koordinator Lomba “Meme” HUT ke-47 PDIP Anak Agung Ngurah Adhi Ardana mengatakan bahwa lomba tersebut digelar sesuai dengan visi dan misi pemerintahan Koster-Ace.
"Ini sesuai dengan isi Nangun Sat Kertih Loka Bali yang dicanangkan oleh Gubernur Bali Wayan Koster, secara sederhana dipahami sebagai suatu upaya membangun bali dengan berdasar pada 6 (enam = sad) Kertih (Harmonis dengan proses Diri dalam Berketuhanan, Danau, Laut, sesama Manusia dan Bernegara)," ujarnya di Sekretariat DPD PDIP Bali, Senin (24/2/2020).
• Kasus Penjualan Tiket Online Piala Eropa 2020 Bikin Geger, UEFA Minta Maaf
• Pernah Kenakan Outfit Capai Setengah Miliar, Kini Harga Koleksi Parfum Nagita Slavina Bikin Melongo
• Virus Corona Mengepung Italia, Nasib Gli Azzurri Terancam di Piala Eropa 2020
Ia juga menambahkan bahwa di era globalisasi dengan perkembangan teknologi serta digitalisasi tentunya memiliki dampak buruk yang bisa ditimbulkan.
Oleh karenanya, PDIP sebagai partai wong cilik khususnya di Bali membaca salah satu strategi yang cepat dan tepat, yaitu dengan melakukan penyeimbangan antara kerangka strategi dengan isi strategi.
Hal ini diwujudkan dalam Lomba Meme.
Menurutnya, hal tersebut selaras dengan suatu pandangan Bung Karno pada tahun 1933 yakni melalui tulisan berjudul ”Azas, Azas Perjuangan, dan Taktik".
• Dukung Pengembangan dan Beri Ruang Produksi, Festival Rumah Belanja Denpasar Resmi Digelar
• Kedutaan Besar Inggris Adakan Seminar Digital bagi Pengusaha Perempuan dan Kelompok Penyandang Cacat
Pihaknya juga menggandeng para seniman serta para praktisi Teknologi Informasi.
Setidaknya ada enam kategori yang dilombakan berdasarkan Tema dan Usia. Diantaranya, “Budaya Hidup Bersih dan Bali Resik Sampah” dan “Perlindungan Aksara dan Bahasa Bali”.
“Karena bersifat daring (online) Panitia tidak membatasi jumlah Peserta dan Jumlah Karya Meme yang dikirimkan, hal ini diharapkan Peserta tidak merasa dibatasi dalam menuangkan daya kreatifltas dan berpikir kritis dalam Karya Lomba Meme ini,” ujar Anggota DPRD Bali Dapil Denpasar ini.
Bahkan, menariknya pihaknya menyiapkan hadiah berupa sertifikat dan uang tunai sebesar Rp 60 juta.
"Seluruh peserta berkesempatan memenangkan hadiah yang disediakan oleh panitia yaitu berupa Sertifikat dan rebutkan hadiah dari Uang Tunai dengan Rp 60 juta," jelasnya.
Untuk periode lomba dilaksanakan mulai 5 sampai 15 Februari 2020 pengumuman terbuka sekaligus pendaftaran Lomba 16 sampai 22 Februari 2020.
Proses pendataan dan penjurian seleksi tahap awal 22 sampai 27 Februari 2020.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/para-juri-lomba-meme-melakukan-rapat-di-sekretariat-dpd-pdip-bali.jpg)