Kecewa Air PDAM Sering Mati, Warga Dalung Mengeluh di Medsos
Pelayanan air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mangutama Kabupaten Badung kini kembali dikeluhkan warga.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
“Kalau di Badung yang mengalami gangguan nantinya di daerah Dalung, Buduk, Munggu, Tibubeneng, Canggu, Kerobokan, Legian Seminyak dan sekitarnya,” ungkap Suyasa.
Pihaknya pun mengatakan permasalahan tersebut sudah terjadi dari Jumat (21/2/2020).
Bahkan sudah dilakukan perbaikan.
Namun perbaikan berlangsung lama, dan diperkirakan akan normal kembali pada Jumat (28/2/2020) mendatang.
“Ini perbaikannya dilakukan oleh pihak provinsi. Tidak hanya di Badung yang bermasalah Denpasar juga bermasalah. Jadi kami minta permaklumannya kepada pelanggan kami,” jelasnya.
Lanjut dijelaskan, dari surat pemberitahuan Provinsi Bali, Bendung Karet Tukad Penet mengalami kebocoran yang cukup besar.
Sehingga mengakibatkan bendung karet hanya mampu bertahan satu jam setelah dipompa.
Hal itu pun membuat air tidak bisa dibendung dan air tidak masuk ke mulut intake sehingga produksi IPA Panet berhenti dan distribusi ke PDAM Badung dan PDAM Denpasar dihentikan.
“Jadi BWS Bali – Penida yang melakukan perbaikan bendung karet tersebut,” bebernya.
Nah disinggung mengenai pelayanan yang diberikan PDAM menyikapi masalah tersebut, Suyasa pun mengaku akan menyiapkan air tangki untuk dikirimkan kepada pelanggan yang airnya mati.
Pihaknya pun kembali berharap pelanggan PDAM mengerti terkait permasalahan tersebut.
“Kita akan berikan air tangki pada pelanggan kami. Untuk daerah Krobokan Kelod, Legian, Seminyak dan sekitarnya kami suport dari sistem tiga estuary,” jelasnya.
Disinggung mengenai keluhan di Dalung, Suyasa pun mengaku akan menyediakan air dari Blusung sehingga kebutuhan masyarakat terhadap air bersih bisa terpenuhi.
“Kami nanti suplay dari blusung perindustriannya dilakukan dengan mobil tangki yang dilakukan pada pagi dan sore hari,” ujarnya.