Breaking News:

Tilep Dana Santunan Kematian Fiktif, Budiarta Divonis 12 Bulan Penjara

I Komang Budiarta (46) menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor Denpasar, Senin (24/2/2020).

Tribun Bali/Putu Candra
Budiarta saat menjalani sidang beberapa waktu lalu di Pengadilan Tipikor Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - I Komang Budiarta (46) menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor Denpasar, Senin (24/2/2020).

Oleh majelis hakim, mantan Kepala Lingkungan (Kaling) Jineng Agung, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali dijatuhi pidana penjara selama satu tahun (12 bulan).

Budiarta divonis bersalah melakukan tindak pidana korupsi terkait dana santunan kematian di Jembrana.

Dalam perkara ini terdakwa, terdakwa menilep uang santunan fiktif senilai Rp 7,7 juta.

Dewan Nilai Kesejahteraan dan Fasilitas Jadi Alasan Hijrahnya Para Atlet Bangli

Bupati Giri Prasta Kunjungi SMAN 2 Abiansemal, Pembangunan Dilanjutkan Tahun Ini

Ditunjuk Jadi Tim Ahli, Sentana Mundur dari Sekretaris DPC Gerindra Badung

Terhadap putusan majelis hakim, baik terdakwa yang didampingi tim penasihat hukumnya dari Pos Bantuan Hukum Peradi (PBH) Denpasar, dan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) kompak menerima.

Putusan majelis hakim sendiri lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa. Sebelumnya tim jaksa dari Kejari Negara menuntut Budiarta dengan pidana penjara selama satu tahun dan tiga bulan (15 bulan).

Sementara dalam amar putusan, majelis hakim menyatakan, bahwa terdakwa Budiarta telah terbukti sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 3 ayat (1) jo Pasal 18 UU RI No.31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI No.20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No.31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

HOAX! Ini Penjelasan Satlantas Polresta Denpasar Terkait Info SIM Kolektif Via Whatsapp

Yamaha Kuasai Hari Kedua Tes MotoGP Qatar 2020, Fabio Quartararo Selalu Tinggalkan Valentino Rossi

Peta Persaingan Kekuatan Klub Liga I Indonesia 2020, Fadil Sebut 5 Klub Ini Sangat Serius

"Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun, dikurangi selama menjalani tahanan sementara dengan perintah tetap ditahan."

"Dan membayar denda Rp 50 juta, dengan ketentuan apabila tidak membayar maka dipidana kurungan selama 15 hari," tegas Hakim Ketua I Wayan Sukanila didampingi Hakim Anggota Miptahul dan Sumali

Dalam perkara ini perbuatan Budiarta telah menyebabkan terjadinya kerugian keuangan negara.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved