Dampak Virus Corona, Kadispar Bali Sebut Rata-Rata Hunian Hotel 55 Persen
Kunjungan wisatawan ke Bali terus mengalami penurunan, Kadispar Bali Sebut Rata-Rata Hunian Hotel 55 Persen,
Penulis: Wema Satya Dinata | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Munculnya kasus Virus Corona di China, sangat berdampak pada dunia kepariwisataan Bali.
Kunjungan wisatawan ke Bali terus mengalami penurunan.
Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Bali, Putu Astawa mengatakan sebuah hotel dengan tidak adanya wisatawan China maka okupansi atau tingkat huniannya berkisar antara 50-60 persen atau rata-rata 55 persen.
“Biasanya okupansi hotel rata-rata dalam keadaan low season adalah 65 persen. Tetapi dengan adanya kasus Corona ini turun sekitar 10 sampai 15 persen,” kata Astawa saat ditemui di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Selasa (26/2/2020).
• Diguyur Hujan Deras, Umat Katolik Tetap Padati Gereja Katedral Denpasar Jalani Misa Rabu Abu
• BMKG: Kondisi Cuaca Ekstrem Semakin Sering Sejak 30 Tahun Terakhir
• 7 Tips Untuk Para Milenial Agar Bisa Sukses di Tempat Kerja
Astawa menjelaskan jika sebuah hotel dihuni oleh turis China, India, dan Eropa.
Maka kalau bicara khusus turis China yang ada di hotel tersebut bahkan turun 80 sampai 90 persen.
Karena hanya beberapa wisatawan China saja yang masih tinggal di hotel tersebut.
Bahkan turis-turis itu mungkin tidak tinggal di hotel berbintang lagi, tetapi mencari hotel yang lebih murah.
Menurutnya daerah yang berdampak mengalami penurunan kunjungan wisatawan adalah di daerah Kuta, Seminyak, dan Canggu.
Maka dari itu, kata dia, ada beberapa hotel yang meliburkan karyawannya beberapa hari.
Selain itu pihaknya juga menerima laporan bahwa ada beberapa karyawan yang sudah dirumahkan, seperti restoran yang khusus menyasar pasar wisatawan China.
Ia berkata, turis China yang sudah menyatakan cancel datang ke Bali sampai akhir Februari ini sekitar 20 ribu sampai 25 ribu.
Astawa berharap Pemerintah Pusat membuka penerbangan langsung dengan rute yang lain selain China, seperti penerbangan langsung dari India.
“Karena sementara penerbangan China sudah tidak ada. Kemudian ada slot di bandara untuk bisa diterbangi pesawat yang lain. Kebetulan yang sedang mengalami perkembangan untuk datang ke Bali berasal dari India,” jelasnya.
Kunjungan turis India ke Bali menempati urutan ketiga setelah turis Australia dan China.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kadispar-provinsi-bali.jpg)