19 Hektare Lahan Jagung di Gerokgak dan Tejakula Buleleng Diserang Ulat Grayak
Hama ulat grayak menyerang 19 hektare lahan jagung yang ada di Kecamatan Gerokgak dan Tejakula Buleleng
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Irma Budiarti
19 Hektare Lahan Jagung di Gerokgak dan Tejakula Buleleng Diserang Ulat Grayak
TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Hama ulat grayak menyerang 19 hektare lahan jagung yang ada di Kecamatan Gerokgak dan Tejakula, Buleleng, Bali.
Dinas Pertanian Buleleng mencoba membantu para petani melakukan upaya pengendalian hama ini dengan pemberian pestisida.
Kepala Dinas Pertanian Buleleng Made Sumiarta dikonfirmasi belum lama ini menyebutkan, khusus di wilayah Kecamatan Gerokgak, luas lahan jagung yang terserang hama ulat grayak mencapai 10 hektare.
Sementara di Kecamatan Tejakula sekitar 9 hektare.
Serangan hama ini, sebut Sumiarta, masih tergolong ringan, sebab total luas lahan jagung di Buleleng sekitar 129 hektare.
Namun meski tergolong ringan, pihaknya tetap harus segera melakukan upaya agar hama tersebut tidak meluas ke daerah lain.
Mengingat serangan ulat grayak ini terhitung cukup cepat merusak tanaman jagung milik petani, mulai dari daun hingga ke tongkol jagung.
"Begitu ada laporan, kami bersama petugas provinsi langsung turun ke lapangan, untuk melakukan upaya pengendalian hama. Jadi sementara dibantu dengan pemberian pestisida," ucapnya.
Sebagai informasi, petani di Buleleng banyak yang menanam jagung varietas Bisi 2.
Selain cocok ditanam di lahan kering, varietas ini juga tumbuh dengan kondisi bertongkol dua dalam satu tanaman, sehingga buah yang dihasilkan lebih banyak.
"Jagung memang banyak ditanam di daerah kering. Petani menggunakan air tadah hujan untuk pengairannya. Seperti saat ini, petani sudah banyak yang menanam, bahkan sudah ada yang panen," tuturnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kepala-dinas-pertanian-buleleng-made-sumiarta.jpg)