Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Indonesia

Terkait WNI Positif Corona, BRSU Tabanan Telah Siap dengan Ruang Isolasi dan Tenaga Terlatih

Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr I Nyoman Suratmika meminta masyarakat Tabanan agar tetap tenang terkait adanya informasi dua orang WNI yang positif

Tayang:
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Komisi IV DPRD, Dinas Kesehatan dan BRSU Tabanan saat melakukan pengecekan di ruang isolasi BRSU Tabanan belum lama ini. 

TRIBUN -BALI.COM, TABANAN - Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr I Nyoman Suratmika meminta masyarakat Tabanan agar tetap tenang terkait adanya informasi dua orang WNI yang positif virus Covid-19 setelah kontak dengan orang Jepang.

Ia juga meminta masyarakat selalu menjaga kesehatan dan mengimbau kepada masyarakat yang terserang penyakit menular untuk menggunakan pengaman seperti masker.

Kabupaten Tabanan juga sudah siap untuk penanganan warga yang terserang Virus Corona, karena BRSU Tabanan sudah dilengkapi ruang isolasi dan tenaga terlatih.

"Di Tabanan sampai saat ini tidak ada laporan (Virus Corona). Masyarakat kami harap tetap tenang dan menjaga kesehatannya," kata dr Suratmika, Senin (2/3/2020).

Petinju Tyson Fury Pertama Kali Bertemu Paris Saat Berusia 15 Tahun

Cok Ace Beri Tanggapan Terkait WN Jepang Tularkan Virus Corona ke WNI

WNA yang Terjangkit Virus Corona Memiliki Riwayat Perjalanan ke Bali

Suratmika menegaskan, sejak sebelum kasus Virus Corona ini muncul Tabanan sudah siap merawat pasien yang terpapar.

Sebab, BRSU Tabanan sudah siap dengan ruang isolasi dan petugas yang sudah terlatih. Saat ini masyarakat hanya tinggal menjaga kesehatannya saja.

"Kami sudah siap!" tegasnya.

Disinggung mengenai masyarakat yang mulai kesulitan mendapatkan masker serta sabun antiseptik di pasaran, Kadis Kesehatan Tabanan menyatakan tak usah khawatir.

Sebab, jika sesuai protap, warga yang mengidap penyakit seperti batuk dan penyakit menular lainnya yang wajib menggunakan masker agar nantinya tidak menularkan ke yang lainnya.

Sedangkan, untuk warga yang sehat agar tetap menjaga kondisi kesehatannya saja.

Dampak Hujan Lebat di Kabupaten Gianyar, Satu Tewas dan Jalan Putus

Gol Tak Kunjung Tercipta, Laga Kontra Persita Tangerang Bukan Hasil yang Bali United Inginkan

Kenali Gejala Terjangkit Virus Corona, Ini Rekomendasi WHO

"Dan ingat Corona ini merupakan virus, virus hingga saat ini belum ada obatnya. Sehingga kita harus menjaga kesehatan karena ketika kita sehat, virus apa saja akan mati di tubuh kita, begitu juga sebaliknya," jelasnya.

Sebelumnya, Tabanan sudah siap untuk merawat pasien yang terpapar penyakit menular atau yang disebabkan oleh virus.

Salah satunya adalah kesiapan antisipasi Virus Corona ini sudah dilakukan dengan membentuk tim (dokter spesialis) dan memberikan pemahaman serta wawasan mengenai virus tersebut.

Tim tersebut terdiri dari berbagai spesialis penyakitnya seperti spesialis paru, saraf, penyakit dalam, dan lain sebagainya.

"Untuk penanganan Virus Corona kami sudah siap. Tim juga sudah ada disiapkan. Tapi kita tak perlu gaduh, karena virus itu tidak sampai ke Bali," katanya.

Menurut Pakar Inilah Kelompok yang Paling Rentan Tertular Virus Corona

Virus Corona Bisa Menular dengan 4 Cara Ini, Bagaimana Cara Mengantisipasinya?

Dia menjelaskan, untuk kesiapannya adalah ruangan isolasi berjumlah dua ruangan dan dilengkapi dengan 7 bed (tempat tidur).

Khusus untuk kesiapan Virus Corona ini, akan disempurnakan lagi dalam waktu dua pekan maksimal.

"Yang kurang tekanan negatifnya, artinya ruangannya harus bertekanan negatif. jadi ada alat khusus untuk itu, sifatnya menggunakan sistem yang akan membasmi kuman. Alatnya sudah ada, tinggal pemasangan lagi. Prosesnya kira-kira dua minggu lagi," jelasnya.

Kemudian, kata dia, selain itu kesiapannya atau stok di rumah sakit adalah sudah ada atau sudah disediakan Alat Pelindung Diri (APD) sebanyak 20 set.

Namun pihaknya masih memerlukan 750 set lagi untuk antisipasi misalnya terjadi hal yang tak diinginkan bahkan misalnya terjadi KLB (Kejadian Luar Biasa).

Jadi tak bisa dipastikan berapa yang dibutuhkan, karena tergantung kebutuhan dan alat tersebut digunakan. Berapa petugas dan itu digunakan hanya sekali saja.

Tapi kami sudah mohonkan ke Dinkes Provinsi serta Kemenkes," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved