Corona di Indonesia
Akibat Isu Virus Corona, Masker di Bali Jadi Barang Langka dan Mahal
Merebaknya Virus Korona (Covid-19) menyebabkan keberadaan masker di Bali langka dan mahal.
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Wema Satya Dinata
Salah satu pemuda asal Bangli I Kadek Trisna Adi Laksana mengakui bahwa sulit untuk membeli sebuah masker.
Ia mengaku mengunjungi sejumlah apotek di Bangli.
"Lima apotek saya masukin, tidak ada yang punya masker," katanya.
Adi Laksana yang juga berstatus mahasiswa di Universitas Udayana (Unud) ini juga sempat mengecek harga masker di market place online dan ternyata sudah mencapai ratusan ribu.
• Kebijakan Pembebasan PHR 6 Bulan, Ketua Komisi III DPRD Tabanan: Gali Pendapatan Lainnya
• Buleleng Terancam Kehilangan Pendapatan Rp 70 Miliar Kalau Tak Pungut PHR
Pengalaman sulitnya mencari masker juga dialami oleh Bagus Putra Mas Suwarjana.
Ia mengaku mencoba menanyakan masker di salah satu apotek di Jalan Raya Kerobokan, Badung.
Namun pihak apotek mengatakan tidak memiliki stok masker.
"Stok masker kosong," celetuk Bagus Mas menirukan perkataan penjaga apotek ketika ditemui di Denpasar, Selasa (3/3/2020).
Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengatakan, bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mempunyai stok masker.
Hanya saja ia tidak merinci berapa jumlah stok tersebut. "Ya kita punya stok," kata Wagub Cok Ace saat ditemui di Kantor Gubernur Bali, Senin (2/3/2020).
Cok Ace mengatakan, stok masker yang dimiliki oleh Pemprov Bali ini akan diprioritaskan kepada yang memang membutuhkan.
Pihaknya juga telah memerintahkan Dinas Kesehatan untuk melakukan pengecekan stok masker di Bandar Udara (Bandara) Internasional I Gusti Ngurah Rai.
"Kita harus menyiapkan masker di sana," kata Panglingsir Puri Ubud itu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/masker-n95.jpg)