Virus Corona
Kasus virus corona di Australia melonjak, dua sekolah di Sydney tutup
St Patricks Marist College Dundas di batar laut kota akan tetap tutup pada Selasa setelah dua siswanya didiagnosis virus corona.
TRIBUN-BALI.COM - Dua sekolah menengah di Sydney ditutup pada Senin (9/3/2020) setelah tiga siswa dinyatakan positif terkena virus corona (Covid-19) ketika otoritas kesehatan meningkatkan persiapan untuk menghadapi meluasnya wabah ini di Australia.
Mengutip Reuters, Senin (9/3/2020), sekolah St Patricks Marist College Dundas di batar laut kota akan tetap tutup pada Selasa setelah dua siswanya didiagnosis virus corona.
Sekolah Menengah Willogughby Girls di Sydney utara juga ditutup mulai Senin setelah murid kelas 7 dinyatakan positif virus corona.
"Jelas ketika Anda memiliki kasus-kasus baru di sekolah, itu perlu dikhawatirkan, karena kami ingin memastikan bahwa kami bergerak secepat mungkin untuk memerlukan isolasi dari orang lain yang mungkin telah melakukan kontak dengan kasus-kasus yang dikonfirmasi," kata Menteri kesehatan New South Wales Brad Hazzard Senin (9/3/2020).
• KBRI: Sebanyak 1.239 WNI yang Tinggal di Daerah Lock Down Italia Negatif Virus Corona
• Dampak Corona, 50 Persen Produk IKM dan UMKM yang Sudah Dipesan Dibatalkan
• O Channel Beri Tindakan Tegas Atas Ucapan Kontroversial Komentator Liga 1 yang Melecehkan Perempuan
Pengumuman itu datang beberapa hari setelah sekolah menengah lainnya di Sydney juga ditutup pasca seorang siswanya dinyatakan positif virus corona.
SMA Epping Boys dibuka kembali pada Senin (9/3/2020) meskipun hampir 70 siswa dan staf yang memiliki kontak dekat dengan siswa yang terinfeksi tetap diisolasi.
Secara global, virus corona telah menewaskan sekitar 3.600 orang dan menginfeksi 107.000 ketika wabah mencapai lebih banyak negara dan menyebabkan ekonomi terpuruk dan kerugian di pasar saham, mendorong bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneternya.
Negara bagian Victoria juga mencatat lonjakan jumlah kasus setelah dua orang yang baru-baru ini bepergian ke Amerika Serikat dan satu yang kembali dari Iran didiagnosis menderita Covid-19.
"Ini adalah darurat kesehatan masyarakat yang sifatnya belum pernah terjadi sebelumnya yang dihadapi bangsa kita dan seluruh komunitas global," kata Menteri Kesehatan Victoria Jenny Mikakos dalam jumpa pers yang disiarkan televisi.
"Kami mengantisipasi kemungkinan pandemi ini akan berdampak signifikan pada sistem kesehatan kita. Ini telah menjadi fokus mutlak saya, memastikan bahwa sistem kami siap untuk merespons." Ujarnya.
Kepala Petugas Medis Brendan Murphy mengatakan kepada wartawan di Melbourne bahwa sebagian besar kasus di Australia adalah pelancong yang kembali, dengan hanya satu contoh penularan dari masyarakat.
"Saat ini, kami fokus sangat agresif untuk melacak dan mengisolasi kontak, karena semua bukti menunjukkan bahwa cara terbaik untuk meredam, menunda dan mengurangi ukuran setiap wabah di Australia adalah dengan menahannya," katanya.
Murphy mengatakan otoritas kesehatan telah menghubungi dokter umum, mencari lebih banyak masker dan mendirikan klinik khusus dalam persiapan untuk kemungkinan pandemi.
"Australia tetap sangat siap untuk pertumbuhan lebih lanjut dalam virus ini," tambahnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-sakit.jpg)