Stok ARV untuk Penderita HIV Menipis, ODHIV di Bali Mulai Khawatir

Obat antiretroviral (ARV), merupakan obat yang penting untuk penderita HIV (ODHIV).

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Yuni Ambara, Pengelola Program Media Komisi Penanggulangan AIDS. 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Obat antiretroviral (ARV), merupakan obat yang penting untuk penderita HIV (ODHIV).

Hal tersebut karena hanya ARV yang mampu meningkatkan kualitas hidup ODHIV, yang apabila diminum secara teratur dan tepat waktu sesuai dengan anjuran petugas kesehatan.

World Health Organitation (WHO), sudah mengakui bahwa ARV merupakan kombinasi obat untuk memperlambat pertumbuhan HIV.

Apabila ARV tidak diminum secara teratur dan tepat waktu maka akan membuat resistensi terhadap virus HIV.

Hal tersebut berdampak pada kegagalan terapi ARV.

Wanita Tewas Terlindas Mobil Box, Gara-gara Terguncang Setelah Lewati Jalanan Berlubang

Nyineb Karya di Pura Luhur Batukaru Ditandai Nuwek Pememben Bagia Pule Kerti

Bupati Karangasem Hadiri Melaspas Pasar Amlapura Barat, Ini Aspek yang Harus Dikembangkan

Kegagalan terapi tersebut dapat mengakibatkan penurunan kesehatan terhadap ODHIV bahkan sampai menyebabkan kematian.

Hal ini disebabkan infeksi opportunistik yang dihadapi oleh ODHIV karena tidak mengkonsumsi ARV.

Perlu digarisbawahi, bahwa dengan mengkonsumsi ARV setiap hari secara teratur dan tepat waktu merupakan nyawa bagi orang yang terinfeksi HIV.

ARV yang disubsidi oleh pemerintah melalui Kementrian Kesehatan saat ini ketersediaannya mulai menipis pada setiap layanan kesehatan.

Hadapi Pemain Ceres Negros Berpostur Tinggi, Pelatih Bali United Teco Andalkan Pelari Cepat

Restribusi Naik, Belasan Pedagang Pasar Petang Badung Kembali Mesadu ke Dewan

Dukung Gerakan We Love Bali Movement, Ini yang Dilakukan Bupati Klungkung Terkait Corona

Sehingga banyak ODHIV yang mengkhawatirkan ketersediaan obat ARV di layanan, baik itu pemberian obat ARV yang diberikan secara terbatas maupun obat ARV yang akan mendekati masa kedaluarsanya.

Bahkan bukan hanya pengguna ARV di Bali saja yang khawatir akan keterbatasan dari ARV, pengguna ARV di tingkat Nasional pun juga mengkhawatirkan hal yang sama.

Atas kondisi tersebut, beberapa komunitas yang bergerak di bidang penanggulangan HIV/AIDS meminta kepada Dinas Kesehatan Provinsi Bali agar, dapat melakukan pengecekan dan kontrol terhadap ketersediaan obat ARV di Bali.

Satu Atap Kelas SDN 1 Babahan Tabanan Ambruk, 80 Siswa Dialihkan ke Sekolah Terdekat

Satpol PP Denpasar Tipiringkan 9 Pelanggar Perda

Selama ini, ODHIV tidak pernah kesulitan untuk mendapatkan ARV, namun kini situasinya berbeda.

Maka dari itu Yayasan Kesehatan Bali (Yakeba), melakukan diskusi terkait kelangkaan obat ARV di Bali dan Indonesia pada, Senin (9/3/2020).

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved