Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Indonesia

Gering Agung, Bupati Gianyar Akan Gelar Upacara Tawur Lebuh Gentuh Gumi

Pertemuan tersebut membahas kondisi Kabupaten Gianyar, yang dinilai memasuki masa ‘gering agung’ atau bencana besar.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN BALI/I WAYAN ERI GUNARTA
Bupati Gianyar menggelar pertemuan dengan para sulinggih di Kantor Bupati Gianyar, Rabu (11/3/2020) siang. 

TRIBUN-BALI.COM,  GIANYAR – Bupati Gianyar menggelar pertemuan dengan para sulinggih di Kantor Bupati Gianyar, Rabu (11/3/2020) siang.

Pertemuan tersebut membahas kondisi Kabupaten Gianyar, yang dinilai memasuki masa ‘gering agung’ atau bencana besar.

Mulai dari maraknya kasus bunuh diri, kematian babi yang misterius, hingga  isu virus corona yang mengganggu psikologis masyarakat.

Dari pertemuan tersebut, disepakati Pekab Gianyar akan menggelar upacara Tawur Labuh Gentuh Gumi, atau sebuah upacara mengusir bencana dari segi niskala.

Disperindag Denpasar Beri Pelatihan Kepada 15 Tukang Ukir

Jalan Ke TPA Temesi Rusak Parah, Timbulkan Antrean Panjang dan Sering Dikeluhkan Masyarakat

Bali United Hadapi Ceres Negros, Fahmi Alayyubi: Kita Harus Mati-matian

Namun kapan ritual ini akan dilangsungkan,  Bupati Gianyar, Made Mahayastra mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pertemuan para sulinggih ini dengan Gubernur Bali, Wayan Koster.

Namun dipastikan, upacara berlangsung dalam waktu dekat ini.

Dalam pertemuan tersebut disebutkan, pertemuan dengan Gubernur Bali ini dilakukan, untuk menentukan tingkatan upacara yang akan diambil oleh Pemkab Gianyar.

Sebab upacara ini memiliki tingkatkan utama, madya dan nista.

Jika dalam pertemuan nanti, Pemprov Bali mau ikut menggelar upacara ini, maka upacara di Pemprov Bali mengambil tingkat utama, sementara Pemkab Gianyar tingkat madyanya.

Jika Pemprov Bali tidak ikut menggelar upacara ini, maka Pemkab Gianyar aikan menggelar upacara tingkat utama.

Bupati Gianyar, Made Mahayastra saat ditemui usai pertemuan itu mengatakan, upacara ini dilatar belakangi oleh kekhawatirannya melihat kondisi Gianyar saat ini.

Seperti, masalah bunuh diri. Meskipun pihaknya belum mengantongi data kematian bunuh diri warga Gianyar secara akurat, namun hal ini menjadi salah satu fokus pikirannya.

“Di Gianyar banyak ada kasus bunuh diri, minta handphone tidak dibeliin bunuh diri, sakit lima tahun tidak sembuh bunuh diri. Hampir setiap bulan ada saja yang bunuh diri. Saat ini kami masih mendata berapa jumlah orang bunuh diri,” ujarnya.

Selain itu, Mahayastra mengatakan, upacara ini dilakukan karena adanya wabah penyakit yang mengakibatkan banyak babi mati misterius.

 Saat ini, kata dia, hampir di setiap kecamatan mengalami. Setelah itu, terkait isu corona yang dampaknya sangat besar terhadap psikologis masyarakat.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved