Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Indonesia

RSUP Sanglah Akan Terapkan Penyemprotan Disinfektan

RSUP Sanglah lakukan uji coba penyemprotan disinfektan pasca dirawatnya pasien dalam status pengawasan Covid-19 di Bali

Tayang:
Humas RSUP Sanglah
RSUP Sanglah adakan uji coba penyemprotan disinfektan di beberapa tempat pelayanan kesehatan di RSUP Sanglah Denpasar serta ruang tunggu dan beberapa selasar, Jumat (13/3/2020) 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - RSUP Sanglah lakukan uji coba penyemprotan disinfektan pasca dirawatnya pasien dalam status pengawasan Covid-19 di Bali, serta ditambah dengan satu pasien WNA yang meninggal dengan kasus pasien positif Covis-19 nomor 25 di Indonesia.

Uji coba penyemprotan ini dilakukan pada Jumat (13/3/2020).

Penyemprotan disinfektan ini dilakukan di daerah yang sering dilewati pasien ataupun tempat pelayanan kesehatan di RSUP Sanglah Denpasar serta ruang tunggu dan beberapa selasar.

Kasubag Humas RSUP Sanglah, I Dewa Ketut Kresna, mengatakan tujuan penyemprotan disinfektan yang dilakukan RSUP Sanglah adalah untuk mensterilkan jalur-jalur yang sering dilewati pasien.

Ketua PHRI Badung Enggan Komentar Lockdown, Namun Akui Telah Ada Penurunan Okupansi

UPDATE Pasien Virus Corona di Indonesia Menjadi 69 Orang, Dua Pasien Masih Balita, Ini Daftarnya

Soal Penanganan Covid-19 di Bali, Dewan Desak Pemprov Stop Wisman, Koster Anggap Belum Perlu Isolasi

"Penyemprotan ini dilakukan terutama di jalur Ruangan Nusa Indah dan rencananya kegiatan ini akan dilakukan rutin mulai dari hari Senin," ujar, Dewa, Kasubag Humas RSUP Sanglah, Jumat (13/3/2020).

Dewa menambahkan, penyemprotan ini akan dilakukan setiap hari dan dalam sehari akan dilakukan 3 kali penyemprotan yaitu pada pagi, siang dan sewaktu-waktu jika ada jenazah yang lewat atau pasien dari Ruangan Nusa Indah.

Ia menambahkan, penyemprotan dilakukan oleh petugas kebersihan RSUP Sanglah yang berjumlah 3 petugas.

Sementara pencegahan lain yang dilakukan RSUP Sanglah adalah membatasi akses menuju ruang Nusa Indah bagi masyarakat yang tidak memiliki kepentingan.

Sedangkan untuk upaya pencegahan para pegawai yang biasanya melakukan absensi wajah di dekat Ruang Nusa Indah juga sudah dipindah.

“Ada banyak tempat absen. Nah, mereka absen di lokasi lain yang jauh dari Ruang Nusa Indah. Jadi selain masyarakat, pegawai juga dibatasi akses sudah dikurangi. Termasuk melintasi parkir dekat Nusa Indah, tidak boleh,” kata Dewa Kresna.

Selain itu, RSUP Sanglah juga menerapkan pengecekan suhu tubuh pengunjung atau pasien yang masuk di Paviliun Amerta (Wing Amerta) dengan menggunakan thermal gun (thermal scanner).

Pengecekan ini sudah mulai dilakukan sejak, Kamis, (12/3/2020).

“Untuk sementara baru diterapkan di Wing Amerta,” imbuhnya.(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved