Ungkap 10 Kasus Narkotika, Satresnarkoba Polresta Denpasar Tangkap 11 Tersangka

Satresnarkoba Polresta Denpasar bersama Satgas CTOC Polda Bali kembali mengungkap kasus narkotika di wilayah Denpasar

Tribun Bali/Rizal Fanany
Anggota kepolisian menunjukkan barang bukti berupa 100 gram lebih sabu, 106 butir ekstasi, 248 gram ganja, pil koplo 21 ribu lebih, tembaku sintetis (gorila) 430 gram dan menghadirkan 11 tersangka dengan 10 kasus narkotika saat konferensi pers ungkap kasus di Polresta Denpasar, Selasa (17/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Satresnarkoba Polresta Denpasar bersama Satgas CTOC Polda Bali kembali mengungkap kasus narkotika di wilayah Denpasar, Bali, Selasa (17/3/2020).

Satresnarkoba Polresta Denpasar mengungkap 10 kasus dengan 11 tersangka, yang mana semua tersangka berperan sebagai bandar atau kurir narkoba.

Kapolresta Denpasar, AKBP Janse Avitus Panjaitan didampingi Wakapolresta AKBP I Wayan Jiartana dan Kasat Resnarkoba AKP Mikael Hutabarat.

Saat mengadakan press conference di lobby depan Mapolresta Denpasar Selasa (17/3/2020) siang, Ia mengatakan ada tujuh jenis barang bukti yang berhasil diamankan.

DPRD Klungkung Sepakat Tunda Semua Kegiatan di Maret 2020, Antisipasi COVID-19

Arti Mimpi Kehilangan Barang Erat Kaitan dengan Pertanda Buruk

Sekolah Diliburkan Antisipasi Corona, Ini 8 Link Belajar Online Agar Anak Tak Melulu Main Gadget

"Ada 10 kasus dan 11 tersangka yang berhasil kita ungkap, 10 laki-laki dan 1 perempuan. Untuk barang bukti ada shabu sebanyak 163,29 gram, ekstasi 106 butir, ganja ada 248 gram," ujarnya.

"Pil koplo ada 21.040 gram dan tembakau sintetis atau dikenal tembakau gorila sebanyak 430,92 gram. Untuk pengungkapan barang bukti ini paling banyak diamankan barang bukti jenis pil koplo," jelas AKBP Jansen.

Dikatakan lebih lanjut, dari 11 orang yang berhasil ditangkap satu orang merupakan residivis kasus narkotika yang pernah ditangkap di Satresnarkoba Polres Badung ditahun 2014.

Deretan nama yang berhasil diungkap diantaranya, Gera (26), Soni (40), Umi (33), Riski (33), Armando (26), Indra (39), Jaya (20), Razy (20), Henry (17) residivis, Anto (36) dan Eka (36).

Semua tersangka tersebut berhasil diamankan di Wilayah Denpasar Barat, Denpasar Selatan dan Kuta, Badung.

"Modus mereka ini sebagai bandar sekaligus yang menempel, 11 tersangka ini mengaku telah melakukan aksinya sejak tahun 2019 atau lebih 3 bulan," terang Kapolresta Denpasar.

"Saat ini kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait pengungkapan kasus narkotika ini. Barang bukti dari orang tidak dikenal, tapi untuk ada pengakuan barang didapatkan dari Jawa," tambah AKBP Jansen Panjaitan.

Sementara itu, dalam kasus ini ke 11 tersangka berbedar jaringan dikenakan dengan tiga pasal yakni Pasal 111 ayat 1 tentang narkotika, Pasal 112 ayat 2 tentang narkotika, dan Pasal 197 junto Pasal 106 ayat 1 tentang kesehatan.

Adapun ancaman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 15 hingga 20 tahun penjara.(*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved