Corona di Indonesia
Cegah Virus Corona, Hari Ini Sejumlah SMA Negeri di Denpasar Lakukan Penyemprotan Disinfektan
Dengan menggunakan dua tabung berisi cairan disinfektan, areal sekolah dilakukan penyemprotan.
Penulis: Ni Kadek Rika Riyanti | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Kadek Rika Riyanti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hari ini Kamis (19/3/2020) sejumlah sekolah menengah atas (SMA) Negeri di Denpasar berinisiatif melakukan penyemprotan disinfektan di sekitar lingkungan sekolah.
Hal ini bersadarkan Surat Edaran (SE) Nomor 7194 Tahun 2020 Gubernur Bali Wayan Koster tentang Panduan Tindak Lanjut Terkait Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) serta SE Sekda Provinsi Bali Nomor 09/Satgas Covid19/III/2020 tentang pembelajaran di rumah.
Mengenai hal tersebut, selain menunda UNBK dan melakukan proses belajar mengajar di rumah secara online, sekolah-sekolah juga melakukan pembersihan global di lingkungan sekolah serta melakukan penyemprotan disinfektan.
Dengan menggunakan dua tabung berisi cairan disinfektan, areal sekolah dilakukan penyemprotan.
• Diberi Waktu Libur 4 Hari Kiper Bali United Pilih Tak Pulang Kampung, Ini Yang Dilakukannya Di Bali
• The Sanctoo Villas & Spa Luncurkan Tambahan Akomodasi Baru Sanctoo Suites
• Jokowi Instruksikan Menkeu Agar Sektor Kesehatan yang Tangani Virus Corona Diberi Insentif
Mulai dari seluruh ruang kelas, ruang guru, ruang pegawai, ruang kepala sekolah, serta unsur-unsur di dalamnya seperti, meja, bangku, lemari dan sarana lainnya yang ada di sekolah.
Salah satu sekolah yang hari ini melakukan penyemprotan yakni SMAN 7 Denpasar.
Dikawal langsung oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana Drs. I Made Wirawan, penyemprotan dimulai dari ruang kelas hingga ke lapangan sekolah pukul 09.00 Wita.
“Penyemprotan disinfektan ini dilakukan berdasarkan imbauan dari Pemprov dan kami pihak sekolah juga memiliki kekhawatiran karena dilihat dari komunitas sekolah kan banyak, jadi jika satu saja terkena kan berisiko besar, tapi mudah-mudahan tidak ada,” ujar Made Wirawan ketika ditemui di sekolah, Kamis (19/3/2020).
Selain melakukan penyemprotan disinfektan, sekolah juga melakukan upaya mitigasi lainnya seperti menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer. Mengenai penggunaan termoscanner, pihaknya mengaku kesulitan menemukan alat tersebut sehingga sampai saat ini belum tersedia di sekolah.
“Alat ini sulit sekali ditemukan, tapi Kepala Sekolah kami akan terus mengupayakan pengadaan alat tersebut,” katanya.
Lebih lanjut, Wirawan mengungkapkan akan rutin mengadakan penyemprotan bahkan ketika para siswa sudah mulai melakukan proses pembelajaran kembali.
“Jadi setelah siswa sekolah nanti, akan tetap dilakukan penyemprotan. Mereka pulang, sekolah disterilisasi dan disemprot lagi jadi seperti itu,” terangnya.
Di lain tempat, SMAN 1 Denpasar juga melakukan penyemprotan disinfektan di sekolahnya untuk mencegah penyebaran virus corona di area sekolah.
Kepala Sekolah SMAN 1 Denpasar M. Rida S.Pd., M.Pd., menyatakan pihaknya melakukan penyemprotan sebanyak 36 ruang kelas, ruang guru, ruang pegawai dan laboratorium dan telah menyiapkan sebanyak 10 liter cairan disinfektan.
Mengacu pada arahan pemerintah, pihak sekolah juga telah mengalihkan kegiatan belajar-mengajar melalui sistem online baik guru maupun siswa.
Kepala SMAN 1 Denpasar mengatakan kegiatan belajar mengajar telah diliburkan sejak 16 hingga 30 Maret 2020. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/wakasek-drs-i-made-wirawan.jpg)