Rusia Konfirmasi Kematian Pertama akibat Corona, Prancis Bakal Perpanjang Masa Lockdown
Korban meninggal yang tidak disebutkan namanya itu pertama kali dirawat di rumah sakit pada 13 Maret lalu.
TRIBUN-BALI.COM, MOSKWA - Rusia telah mengkonfirmasi kasus kematian pertama akibat virus corona. Korban meninggal merupakan wanita lansia (79) dengan kondisi kesehatan yang sudah rentan sebelumnya.
Berita ini dilaporkan Kantor Pusat Tanggapan Virus Corona di Moskwa, Kamis (19/03/2020).
Dikutip dari the Moscow Times, sejauh ini angka infeksi di Rusia telah mencapai 147 kasus dengan nol angka kematian sebelum Kamis (19/3/2020).
Korban meninggal yang tidak disebutkan namanya itu pertama kali dirawat di rumah sakit pada 13 Maret lalu.
Melalui telegram, Kantor Pusat Tanggapan Virus Corona di Moskwa mengabarkan, wanita itu kemudian dipindah ke kamar isolasi di rumah sakit penyakit menular setelah hasil tes mengatakan positif terjangkit virus corona.
Orang lanjut usia merupakan salah satu kelompok usia paling berisiko terkena virus corona dan dapat menyebabkan penyakit pernapasan yang parah.
• Koster Sebut Hanya Ada 18 Pasien Isolasi Virus Corona, Jadi Destinasi Pariwisata Bali Tetap Dibuka
• Koreksi Data Pasien Positif Virus Corona di Indonesia, Bukan 309 Pasien, Ini Data Sebenarnya
• Persebaya Belum Moncer di Awal Liga 1, Pelatih Tunggu Momen Kebangkitan
Wanita lansia itu dikabarkan meninggal dengan komplikasi penyakit seperti pneumonia dan kombinasi penyakit lain.
"Pasien lanjut usia yang meninggal memiliki sejumlah penyakit kronis termasuk diabetes tipe 2, penyakit arteri dan hipertensi. Pasien telah diberikan perawatan intensif yang komprehensif," ujar Svetlana Krasnova, kepala dokter di rumah sakit Penyakit Menular Moskwa nomor 2.
Pusat Tanggapan Virus Corona Moskwa juga mengatakan kalau mereka telah membangun lingkaran kontak pasien dan menempatkan mereka di bawah pengawasan media.
Walikota Moskwa, Sergey Sobyanin dalam kicauannya di Twitter mengatakan, "Dengan sangat disesali, kami umumkan kematian pertama akibat virus corona. Korban adalah lansia 79 tahun yang juga memiliki riwayat penyakit pneumonia, dan penyakit serius lainnya: Diabetes tipe 2, aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah), dan hipertensi (darah tinggi).
Lingkungannya tinggal kini berada dalam pengawasan, mereka tidak punya gejala parah virus corona. Duka mendalam saya sampaikan kepada pihak keluarga korban."
Otoritas Moskwa pada Rabu lalu menegaskan kepada warga lansia untuk menghindari tempat umum seperti kafe dan pusat-pusat perbelanjaan.
Presiden Vladimir Putin seperti yang dilansir dari AFP, pada pekan ini mengatakan situasi virus corona secara umum berada di bawah kendali.
Pemerintah Rusia juga berjanji untuk meningkatkan tes virus. Ada pun saat rapat pemerintah, Perdana Menteri Mikhail Mishustin pada Kamis (19/03/2020) meminta orang-orang untuk tidak melakukan kontak sosial sebanyak mungkin.
Perpanjang Lockdown
Pemerintah Prancis berencana memperpanjang masa lockdown virus corona setelah muncul laporan adanya pelanggaran dari warga.
Presiden Emmanuel Macron telah memerintahkan warganya untuk berdiam diri di rumah, dalam kebijakan yang berdurasi dua pekan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/corona-prancis.jpg)