DPRD Bali Berlakukan Work From Home

Ketua DPRD Provinsi Bali menyampaikan bahwa pihaknya telah efektif melaksanakan Work from Home mulai hari ini

Tribun Bali/Ni Kadek Rika Riyanti
Ketua DPRD Provinsi Bali Nyoman Adi Wiryatama ketika melakukan pengecekan suhu badan di depan ruang rapat utama DPRD Provinsi Bali, Jumat (13/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Kadek Rika Riyanti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketua DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Adi Wiryatama menyampaikan bahwa pihaknya telah efektif melaksanakan Work from Home (WFH) atau bekerja dari rumah mulai hari ini, Senin (23/3/2020).

“Hari ini saya bekerja dengan tetap koordinasi ke teman-teman, tapi karena melihat instruksi Gubernur, hari raya dan kondisi darurat Covid-19, kita lebih baik menghindari kerumunan massa lebih banyak sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Dirinya mengatakan bahwa beberapa waktu lalu DPRD Bali masih mengadakan rapat-rapat, tetapi sudah mulai dikurangi.

“Kalau tidak urgent, tidak semua yang hadir. Mungkin setiap pimpinan dan komisi-komisi itu saja. Efektif hari ini saya sudah putuskan untuk tidak melakukan rapat-rapat lagi di kantor,” terangnya.

12 Ton Alat Kesehatan yang Dibawa Pesawat C-130 Hercules TNI AU dari Tiongkok, Diangkut 2 Truk Besar

Cegah Covid-19, Masjid Agung Al-A’LA Gianyar Minta Umat Sholat di Rumah

Tempat Hiburan Malam Delodberawah di Jembrana Ditutup Sementara, Antisipasi Covid-19

Adi Wiryatama mengatakan, beberapa pejabat seperti Sekwan, Ajudan, Kabag, dan Kasubag yang masih ngantor.

“Agar administrasi tetap berjalan saya perintahkan terbatas juga, tapi anggota dewan sudah total tidak ke kantor lagi,” ujarnya.

Mengenai apakah ada yang ditugaskan ke kantor secara bergiliran, pihaknya mengatakan sampai saat ini belum ada hal seperti itu.

“Giliran ngantor tidak ada, kami sudah selektif bekerja kalau tidak ada urgent ya tidak (ke kantor),” tegasnya.

Terkait batas waktu WFH ini, pihaknya mengatakan belum menentukan dan masih melihat situasi ke depannya, hal ini dilakukan mengingat pentingnya kesehatan dan keselamatan bersama.

“Ya kita kan lihat situasinya kapan menjadi lebih baik. Kita ini kan kegiatan masih berjalan, hanya saja tidak dilakukan di kantor, artinya tidak total sekali (dirumahkan). Tapi masih kita lihat jika sudah membaik keadaannya ya kita akan kembali bekerja seperti sebelumnya,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ni Kadek Rika Riyanti
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved