Breaking News:

Corona di Bali

Jika Tak Mendesak, PHDI Bali Imbau Pernikahan Ditunda: Masih Ada Sasih Kapat

Apalagi menurut Ketua PHDI Bali, Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana pada sasih ini tak ada dewasa atau hari baik untuk melaksanakan upacara pernikahan

Penulis: Putu Supartika | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Putu Supartika
Rapat PHDI Bali, MDA Bali serta prajuru adat Besakih dan Batur 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- PHDI Provinsi Bali mengimbau, jika tidak kepepet atau mendesak, pelaksanaan upacara pawiwahan atau pernikahan bisa ditunda.

Hal ini mengingat saat ini virus corona sedang merajalela.

Apalagi menurut Ketua PHDI Bali, Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana pada sasih ini tak ada dewasa atau hari baik untuk melaksanakan upacara pernikahan.

“Sekarang tidak ada dewasa nganten, sasih ini, sudah dihitung di wariga tidak ada dewasa nganten sasih kadasa ini. Kalau masih bisa ditunda sampai sasih kapat, di sana ada dewasa,” kata Sudiana, Sabtu (28/3/2020).

BREAKING NEWS: Ini Tata Cara Pelaksanaan Ngaben Jika Meninggal Akibat Positif Covid-19

Akibat Wabah Covid-19, Maskapai AirAsia Indonesia Hentikan Seluruh Penerbangan Mulai 1 April 2020

KBM Online Mulai Dikeluhkan, Rektor ITB STIKOM Sebut Perlu Adanya Kreativitas Para Pendidik

Namun apabila harus dilaksanakan, maka cukup digelar dengan prosesi sederhana yakni hanya metanjung sambuk yang disaksikan prajuru dan keluarga dengan tidak melibatkan banyak orang.

“Upacara hanya paling inti yakni pakala-kalaan atau byakaon, natab di bale, serta banten nunas tirta Tri Kahyangan Desa, tirta merajan, serta tirta dari sulinggih dan cukup dilaksanakan oleh dua sampai tiga orang,” katanya.

Pawiwahan ini pun cukup dipimpin oleh pemangku yang dibantu oleh Sarati Banten.

Sedangkan untuk upacara Manusa Yadnya yang berkaitan dengan kelahiran, tiga bulanan, maupun otonan dapat dilaksanakan dengan sederhana dan peserta terbatas.

Untuk semua upacara yadnya yang bersifat direncanakan seperti melaspas, ngenteg linggih, rsi gana, ngaben, ngaben masal, maligia, majar-ajar agar ditunda sampai batas waktu dicabutnya status pandemi Covid-19. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved