Breaking News:

Virus Corona

Lonjakan Kasus Kematian Karena Corona, Ratusan Orang di Malaysia Ditangkap Akibat Langgar Lockdown

Melansir South China Morning Post, korban meninggal corona naik dari 27 menjadi 34 kasus dalam periode 24 jam.

Istimewa
ILUSTRASI. Petugas dari Dewan Bandaraya (Pemerintah Kota) Kuala Lumpur dan Sukarelawan Malaysia (Rela) berjaga di Pasar Chow Kit, Kuala Lumpur, Malaysia pada hari ke tujuh penerapan Perintah Kawalan Pergerakan (Partial Lockdown) dalam membatasi penularan COVID-19, 

TRIBUN-BALI.COM - Malaysia mencatatkan lonjakan kasus kematian akibat virus corona.

Terkait hal itu, menurut salah seorang menteri senior, pemerintah Negeri Jiran menangkap ratusan orang dalam sepekan terakhir karena melanggar pembatasan (lockdown) yang bertujuan membendung penyebaran virus corona.

Melansir South China Morning Post, korban meninggal corona naik dari 27 menjadi 34 kasus dalam periode 24 jam.

 Ini merupakan kenaikan harian terbesar sejauh ini di Malaysia.

Demam Tinggi Sepulang dari Kapal Pesiar, PMI Asal Klungkung Jadi PDP Covid-19

Ciri-ciri Gejala Ringan Virus Corona, Yang Harus Dilakukan Penderita Gejala Ringan Covid-19

PMI Prioritaskan Keselamatan Relawan, Walaupun Minim APD

Sementara, jumlah kasus yang dilaporkan mencapai 2.470, tertinggi di Asia Tenggara.

Malaysia telah menutup sekolah-sekolah dan bisnis-bisnis yang tidak penting dan memberlakukan pembatasan perjalanan dan perpindahan hingga 14 April untuk mencoba menahan penyebaran.

Menteri Pertahanan Malaysia Ismail Sabri Yaakob mengatakan kepada wartawan, 649 orang ditahan pada hari Sabtu, sementara 73 orang telah mengaku bersalah atas pelanggaran seperti berkumpul dalam kelompok, menghalangi pejabat publik, dan menerobos blokade polisi.

Ini adalah tambahan dari 614 orang yang ditangkap sejak gerakan pembatasan diberlakukan pada 18 Maret.

"Beberapa orang memberi alasan bahwa mereka hanya pergi untuk membeli makanan. Tapi mereka tertangkap tangan berada di luar hingga empat kali sehari, sampai pada titik di mana polisi mengenali wajah mereka ... jelas, alasan mereka dibuat-buat," kata Ismail.

Mereka yang melanggar larangan lockdown dapat didenda atau menghadapi hukuman penjara selama enam bulan.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved