Corona di Bali

PMI Prioritaskan Keselamatan Relawan, Walaupun Minim APD

PMI Provinsi Bali, mengalami keterbatasan jumlah alat pelindung diri, hanya mendapat jatah 10 paket APD yang dapat digunakan di kondisi yang darurat

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Foto ilustrasi tim medis menggunakan APD 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali mengalami keterbatasan jumlah alat pelindung diri (APD), karena evakuasi pasien yang diduga terinfeksi Covid-19

Kepala Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali, Nyoman Puasa Ariana mengatakan, PMI Provinsi Bali hanya mendapat jatah 10 paket APD yang dapat digunakan dalam kondisi yang darurat.

Maka dari itu pihak PMI Provinsi Bali tidak mengambil risiko, yaitu dengan tetap memprioritaskan keselamatan para relawan.

"Relawan kami itu tidak sembarangan melakukan kegiatan khusunya dalam evakuasi pasien Covid-19, karena relawan kami awam terlatih. Artinya, kami tidak memiliki relawan yang betul-betul sesuai keahlian kedokteran atau ilmu kesehatan," ujar Nyoman Puasa Ariana, Senin (30/3/2020).

Ketua DPRD Karangasem Ajak Warga untuk Hidup Sehat

Bertaruh Nyawa Tapi Gaji di Bawah UMR, Begini Keluh Kesah Tenaga Kontrak Perawat Covid-19 di Bali

Kebakaran Grand Inna Bali Beach Hotel, Tamu Hotel Dipindahkan

Sementara meskipun PMI Provinsi Bali memiliki relawan di bidang medis, sebagian besar berstatus organik di berbagai instansi kesehatan.

Dan demi keselamatan relawan, pihaknya tidak menangani bidang-bidang yang tidak menjadi keahlian relawan.

Ariana menambahkan, tindakan PMI Provinsi Bali bersifat prefentif atau pencegahan, melalui sosialisasi dan imbuaan agar masyarakat selalu mengikuti arahan dari Pemerintah.

"Kami selalu siap siaga, dan berdasarkan protokol dari PMI Pusat, sifat kami prefentif pencegahan melalui sosialisasi. Seperti sosialisasi social distancing atau isolasi mandiri," tambahnya.

Walaupun demikian, pihaknya akan tetap melakukan pelatihan tanggap darurat terhadap para relawan melalui Divisi Pelayanan Kesehatan.

Terkait dengan dukungan Pusat, Ariana mengatakan, bahwa PMI Pusat saat ini memang sedang terfokus kepada area Jawa-Bali.

"Bali baru dapat 10, masih kami perjuangkan. Termasuk seprayer, baru kami kirimkan ke PMI Kabupaten/Kota untuk melakukan langkah-langkah preventif itu," imbuhnya.

Sedangkan kepada masyarakat, Ia berharap agar aktif mendukung langkah Pemerintah dengan melakukan upaya prefentif secara mandiri, sebab Pemerintah sendiri juga memiliki keterbatasan. (*)

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved