Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Bali

Pemerintah Diharapkan Publish Usia Penderita dan Angka ODP/PDP Covid-19 yang Meninggal Dunia

I Gusti Ngurah Kade Mahardika berharap Pemerintah mengungkap angka Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona atau Covid-19 yang meninggal dunia

Tayang:
Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi - RSUP Sanglah menggelar simulasi terkait penanganan virus corona, Rabu (12/2/2020). 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pemerintah baik ditingkat pusat maupun daerah diharapkan mengungkap angka Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona atau Covid-19 yang meninggal dunia.

Selain itu juga sebaran umur penderita dan korban meninggal.

Seperti disampaikan Ilmuwan asal Bali, Prof. Dr. drh. I Gusti Ngurah Kade Mahardika kepada Tribun Bali, Sabtu (4/4/2020)

“Sangat penting itu sebaran umur penderita dan korban meninggal, serta angka ODP/PDP yang meninggal dunia, ada beberapa kasus itu” kata Prof. Mahardika.

Bisnis Penerbangan Kian Sulit Karena Virus Corona, Boeing Tawarkan PHK Untuk 161 Ribu Karyawan

Bagaimana Sebaiknya Orangtua Mengajarkan Arti Kegagalan pada Anak?

Situasi Belum Membaik, Universitas Udayana Kembali Perpanjang Masa Jeda Kinerja Kampus

Menurut dia, informasi data itu penting untuk tracing dan menyadarkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap wabah ini.

“Dalam wabah, tidak semua orang sakit perlu dikonfirmasi. Adanya faktor risiko atau gejala khas sudah cukup, ini namanya presumptive diagnosis. Apalagi ada hasil rontgen yang menunjukkan kelainan paru akut,” jelasnya.

Prof. Mahardika memaparkan konsep bahwa setiap orang dalam rumah penderita kasus positif adalah PDP disebut G1.

Sedangkan G2 adalah mereka yang kontak 14 hari terakhir dengan semua orang yang masuk dalam G1 yang masuk kategori ODP dan harus dideteksi virusnya

“Sedangkan G3 mesti awas bahwa kenalan mereka ada yang masuk G2. G adalah generasi,” katanya.

Usulan ini selaras dengan kasus positif Covid-19 telah sembuh, MEP yang sempat ditolak 5 rumah sakit rujukan, padahal hasil rontgen telah menunjukkan faktor risiko dan memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit.

MEP pasien positif Covid-19 yang kini telah dinyatakan sembuh membagikan kisahnya kepada Tribun Bali saat berjuang mendapatkan pengobatan.

Ia sempat ditolak untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di 5 rumah sakit di Bali.

Setelah pulang dari Papua ke Bali tanggal 13 Maret 2020 malam.

MEP mengalami batuk kering, kondisinya memang tampak sehat saat itu, namun secara drastis kondisinya anjlok tanggal 22 Maret 2020.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved