Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Virus Corona

Cerita Juliartha ABK Kapal Pesiar yang Terkurung di Kapal: Tertekan Dibilang Pulang Bawa Penyakit

Juiartha merasa agak tertekan dengan omongan orang yang mengatakan mereka yang bekerja di kapal pesiar pulang ke Bali bawa penyakit

Tayang:
Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Dokumentasi Pribadi Alit Juliartha
Aktivitas Alit Juliartha di kapal pesiar selama menjalani karantina. Cerita Juliartha ABK Kapal Pesiar yang Terkurung di Kapal: Tertekan Dibilang Pulang Bawa Penyakit 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Seorang ABK kapal pesiar I Komang Alit Juliartha menceritakan kondisinya saat ini yang masih belum bisa pulang ke Indonesia.

Dihubungi via telepon WhatsApp, Minggu (5/4/2020) siang, dirinya mengaku masih berada di wilayah perairan Barbados.

"Saya masih di tengah laut sekarang. Sudah sejak seminggu tidak bekerja. Saya cuma numpang makan saja di sini," akunya.

Di kapal tempatnya bekerja, terdapat 30-an orang pekerja dari Bali, dan total se-Indonesia terdapat 60-an pekerja.

Sejak tak bekerja karena tak ada tamu, dirinya hanya berdiam diri di dalam kamar.

ABK tak diperbolehkan turun dari kapal dan kini semua sudah dikarantina.

"Kami sejak lima hari lalu sudah dikasih kamar satu-satu. Kami dikarantina di sini dan tidak boleh ke mana-mana untuk menghindari adanya virus di sini," akunya.

Kapal pesiar hanya sandar saat loading makanan, dan setelah itu kembali ke lautan.

"Tapi perusahaan sangat bertanggungjawab terhadap keselamatan dan kenyamanan crew member. Sekarang dikarantina 14 hari. Pertama di kamarcrew, sekarang sudah naik ke kamar tamu, kami diam. Agar lebih luas dan dapat cahaya matahari," katanya.

Menurut penuturannya, situasi di dalam kapal pun masih aman.

Walaupun demikian, karantina masih tetap dilaksanakan sesuai mekanisme kesehatan di kapal.

"Social distancing juga diterapkan di sini. Cek suhu tubuh juga dilakukan setiap hari, cuci tangan pakai sabun, dan gizi kami tetap diperhatikan," imbuhnya.

Untuk mengisi waktu di kapal pesiar, dia membaca, menulis maupun menghubungi keluarganya.

"Hanya diam di kamar. Ada rasa stres, tapi saya mencoba agar tak meningkat stres ini. Salah satunya dengan melakukan kegiatan positif," katanya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved