Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Virus Corona

Begini Kata Warga Wuhan Usai Terbebas dari Lockdown Selama 2 Bulan Lebih

China mengunci Wuhan, kota berpenduduk 11 juta orang, pada 23 Januari lalu, sebuah langkah drastis yang melambangkan manajemen agresif terhadap virus

Editor: Wema Satya Dinata
Ist.Reuters
ILUSTRASI. Orang-orang berbaris dengan barang-barang mereka di luar Stasiun Keretaapi Hankou, setelah pembatasan perjalanan untuk meninggalkan Wuhan, Ibu Kota Provinsi Hubei dan pusat penyebaran penyakit virus coronabaru (COVID-19), di China, dicabut, 8 April 2020 

TRIBUN-BALI.COM - Kota Wuhan Provinsi Hubei di China Tengah yang menjadi tempat virus corona baru atau Covid-19 pertama kali terdeteksi, mengakhiri penguncian wilayah alias lockdown selama lebih dari dua bulan, per hari ini (8/4/2020).

China mengunci Wuhan, kota berpenduduk 11 juta orang, pada 23 Januari lalu, sebuah langkah drastis yang melambangkan manajemen agresif terhadap virus corona.

Lebih dari 50.000 orang di Wuhan terinfeksi, dan lebih dari 2.500 di antaranya meninggal atau sekitar 80% dari total kematian di China, menurut Komisi Kesehatan Nasional.

Virus itu telah menyebar ke seluruh dunia, menginfeksi lebih dari 1,4 juta orang, membunuh 82.000 di antaranya, dan mendatangkan malapetaka pada perekonomian global.

Vitamin A pada Wortel Bisa Hilangkan Minus Mata? Begini Penjelasan Dokter

Sejarah Baru Bagi Amerika Serikat,Angka Kematian Akibat Covid-19 di New York Melampaui Serangan 9/11

400 Ribu Pekerja Akan Dapat Jaminan BPJamsostek Bila Kena PHK

"Saya akan menemui orangtua saya," kata Wang Wenshu kepada Reuters ketika menunggu untuk check in di Bandara Tianhe, Wuhan, yang kembali beroperasi pada Rabu (8/4).

"Tentu saja, saya merindukan mereka. Berhentilah bertanya tentang hal itu atau saya akan menangis," ujar Wang.

Beberapa orang yang akan keluar dari Wuhan melalui Bandara Tianhe mengenakan pakaian pelindung lengkap, jas hujan plastik, atau masker pelindung wajah.

Ya, Wuhan perlahan-lahan kembali ke normal, dengan orang-orang secara resmi boleh masuk Ibu Kota Provinsi Hubei itu sejak 27 Maret lalu, meskipun pembatasan tetap ada.

Kawasan perbelanjaan terbesar di Wuhan, seperti Sungai Chu dan Jalan Han, sudah buka kembali pada 30 Maret lalu.

Antrean panjang karena pelanggan harus berjarak satu meter terbentuk di supermarket.

Sementara banyak juga penduduk Wuhan memanfaatkan cuaca yang hangat untuk bermain bulutangkis dan berolahraga lainnya di luar ruangan seperti taman.

Wuhan hanya melaporkan tiga infeksi baru virus corona yang terkonfirmasi dalam 21 hari terakhir, dan hanya dua kasus anyar dalam dua minggu belakangan.

Sekitar 55.000 orang akan meninggalkan Wuhan dengan kereta api pada Rabu (8/4).

Pada pagi hari, menurut pejabat Bandara Tianhe, lebih dari 10.000 orang pergi dengan pesawat.

Hanya penerbangan ke Beijing, Ibu Kota China, dan internasional belum dibuka.

Tapi, orang-orang dari Wuhan yang tiba di Beijing lewat jalur darat harus menjalani dua putaran pengujian virus.

"Saya sangat senang, saya akan pulang hari ini," kata pekerja migran Liu Xiaomin kepada Reuters ketika dia berdiri dengan kopernya di dalam Stasiun Keretaapi Hankou, Wuhan, menuju Kota Xiangyang.(*)

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved