Corona di Bali
BREAKING NEWS: 15 Pekerja Migran Bali Positif Terjangkit Virus Corona, Kecenderungan Terus Bertambah
BREAKING NEWS: 15 Pekerja Migran Bali Positif Terjangkit Virus Corona, Kecenderungan Terus Bertambah
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona (Covid-19) Provinsi Bali, Wayan Koster mengatakan, saat ini jumlah kasus positif di Bali sudah mencapai 49 orang.
"Yang positif sebanyak 49 orang, tujuh orang warga negara asing dan 42 orang warga negara Indonesia," kata Koster dalam siaran persnya melalui teleconference, Rabu (8/4/2020).
Ternyata dari 49 orang yang positif terjangkit Covid-19 tersebut, 15 orang diantaranya merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali yang baru pulang dari luar negeri.
• BMKG Beri Sinyal Waspada Cuaca Ekstrem Kamis 9 April 2020, Peringatan Bali dan Provinsi Lainnya
Jumlahnya meningkat sebanyak 5 kasus dari sehari sebelumnya yang berjumlah 10 kasus.
Gubernur Bali itu menegaskan, kecenderungan pasien positif Covid-19 yang bersumber dari PMI terus mengalami peningkatan.
Kebanyakan dari mereka yang positif tersebut bekerja di Amerika dan Italia.
• Dua Anak Meninggal di Klungkung, Tak Hanya Virus Corona yang Perlu Diwaspadai
"Tapi mau bagaimanapun juga kita harus menerima karena mereka itu adalah warga kampung kita dari Bali yang telah dipulangkan oleh perusahaan di negaranya. Tentu kita sebagai pemerintahan di Provinsi Bali wajib menerima," kata Koster.
Gubernur asal Desa Sembiran Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng itu memperkirakan, jumlah warga Bali yang menjadi PMI mencapai 20.000 orang.
Sejak 22 Maret hingga 7 April 2020, sudah dipulangkan dari negaranya sebanyak 6.174 orang dan akan pulang malam ini diperkirakan sebanyak 601 orang.
• Rencana Nyepi Sipeng di Bali Heboh di Medsos, Koster: Akhiri Polemik dan Silang Pendapat
"Setiap hari ada yang pulang dari berbagai negara," tutur Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali itu.
Koster mengaku, bahwa pihaknya mengambil kebijakan untuk mewajibkan adanya rapid test kepada PMI yang pulang ini di Bandar Udara (Bandara) Internasional I Gusti Ngurah Rai.
"Sehingga dengan demikian akan diketahui yang negatif dan yang positif," jelasnya.
Bagi PMI yang hasil rapid test-nya negatif, pihaknya mempersilakan untuk pulang, namun harus tetap melaksanakan karantina secara mandiri di rumahnya masing dengan disiplin dan diawasi oleh Satgas Gotong Royong Desa Adat.
• Kabar Gembira: Matahari Department Store Tetap Bayar Gaji, Bonus, dan THR, Meski Karyawan Dirumahkan
"Kepada masyarakat di desa adat atau desa agar bisa menerima kepulangan warganya tapi tetap harus diawasi dengan ketat dan dikarantina supaya menghindari ada transmisi yang berkibat pada warga lokal yang di desa," jelasnya.
Sementara bagi PMI yang hasil rapid test-nya positif akan dilakukan karantina di tempat yang sudah disiapkan oleh Pemprov Bali atau langsung dibawa ke rumah sakit rujukan yang telah ditentukan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/316-wni-pekerja-migran-abk-kapal-pesiar-msc-splendid-italia-tiba-di-bali.jpg)